Home Donggala

Segerakan Dana Stimulan dan Huntap Mandiri

10
MEDIASI - Dandim 1306 Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi S.IP, didampingi Kapolres Donggala AKBP Wawan Sunariawan melakukan mediasi dengan koordinator aksi, Wiwin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • 7 Jam Blokade Jalan Trans Sulawesi

Donggala, Metrosulawesi.id – Serikat Loli Raya, Kamis 25 Maret 2021 kembali memblokasi jalan menuntut kejelasan penyaluran bantuan stimulan dan huntap mandiri.

Aksi yang dikuti ratusan warga Loli itu dimulai pukul 14.00 Wita. Massa mengambil posisi star dari Desa Loli Dondo, kemudian dengan berjalan kaki berkumpul di Desa Loli Pesua yang selanjutnya memblokade jalan Trans Sulawesi.

Koordinator aksi, Wiwin mendesak pemerintah segera menyalurkan hak-hak korban bencana 28 September 2018, segerakan pembangunan huntap skema satelit dan mandiri.

“Pembangunan huntap skema satelit dan mandiri hanya menjadi janji-janji pemerintah tanpa ada kejelasan realisasi, sehingga kami mendesak pemerintah agar memastikan dan mempercepat pembangunan hunian tetap baik secara kontraktual maupun skema mandiri,” kata Wiwin.

“segerakan penyaluran dana stimulan pada warga terdampak bencana yang belum terdata dan yang sudah terdata. Penyaluran dana stimulan oleh pihak BPBD sampai dengan saat ini belum tersalurkan ke seluruh warga terdampak bencana yang berada di wilayah Loli Raya,” serunya.

Kapolres Donggala yang tiba di lokasi pada pukul 15.20 Wita melakukan mediasi kepada massa aksi dan meminta kepada massa aksi untuk tidak bersikap anarkis.

MACET – Kemacaten panjang hingga malam hari akibat jalan diblokade oleh warga Loli. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Selanjutnya sore hari 16.55 Wita, Pemda melalui perwakilannya Sekda Rustam Efendi, Asisten I Muhammad Yusuf, Kadis PUPR Hapy Noor menemui warga melakukan upaya mediasi.

“Segera akan membangun huntap, untuk Loli Tasiburi yang sudah ditentukan lahan dan selesai dibersihkan akan segera dibangun, besok (Jumat) pembangunan Huntap satelit dimulakan. Skema mandiri kita menunggu dari Kementerian Keuangan dan Bapenas karena berkaitan dengan departemen lain. Untuk bantuan stimulan saat ini sudah tidak ada,” kata Kadis PUPR Hapy Noor di hadapan warga.

Sekda Rustam Efendi mengatakan pembanguan huntap mandiri harus berhubungan dengan pihak pusat Kementrian keuangan, Bank Dunia dan Bappenas.

Mendengar penjelasan piahk pemerintah, massa aksi tak menerimanya, dan tetap melakukan aksi tutup jalan. Malam harinya, Dandim 1306 Donggala Kolonel Inf. Heri Bambang Wahyudi S.IP yang didampingi Kapolres melakukan upaya mediasi dengan koorlap aksi Wiwin agar akses jalan trans bisa dibuka.

Dandim 1306 Dongggala Kolonel Inf Heri Bambang menyampaikan kepada korlap Wiwin agar membuat surat pengajuan usulan perubahan ke stimulan ke pihak Pemda.

Selain itu, Dandim 1306 meminta pihak Pemda agar memfasilitasi Wiwin sebagai perwakilan dari massa aksi untuk berangkat ke Jakarta. Dari penjelasan Dandim 1306 itu korlap Wiwin menyampaikan agar pemerintah daerah mengeluarkan SK terlebih dahulu terkait rekomendasi kepada masyarakat yang menerima stimulan. Tepat dipukul 21.00 Wita massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas