Home Ekonomi

Berharap Industri Perikanan Sulteng Meningkat

9
Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola menerima laporan capaian pertumbuhan ekonomi dan terkait keuangan di Sulteng 2020 dari Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulteng, Irfa Ampri, di ruang kerja gubernur, Jumat 26 Maret 2021. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)
  • Kepala Perwakilan Kemenkeu Audiensi ke Gubernur

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola menerima laporan capaian pertumbuhan ekonomi dan terkait keuangan di Sulteng 2020 dari Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulteng, Irfa Ampri, di ruang kerja gubernur, Jumat 26 Maret 2021.

Gubernur Longki pada kesempatan itu memberikan apresiasi dan menyatakan sebuah langkah maju atas kunjungan dan koordinasi dari kementerian keuangan dalam rangka memantau, sekaligus memberikan bimbingan karena persoalan keuangan merupakan kewenangan pusat meskipun daerah adalah wilayah otonomi akan tetapi tetap harus mengikuti aturan dan UU yang berlaku.

Gubernur berharap kedepannya kegiatan tersebut, dapat lebih ditingkatkan. Menurutnya persoalan keuangan di pemerintahan daerah Sulteng berlangsung dengan baik tanpa adanya complain. Hal tersebut menandakan seluruh pihak khususnya kementerian keuangan melaksanakan tupoksinya serta senantiasa menjaga kualitas pelayanannya.

“Terus terang saya bangga atas kerjasama selama ini, saya harap kedepannya kita dapat senantiasa saling mendukung dan menunjang tugas pokok masing-masing,” kata gubernur.

Lebih lanjut gubernur mengakui tengah fokus kepada beberapa anggaran prioritas khususnya masalah covid-19, bahkan ketika ada keputusan pemotongan DAU telah diantisipasi sebelumnya sehingga semua kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Sulteng, Irfa Ampri mengakui pertemuan dimaksud guna melaporkan capaian yang telah diperoleh Sulawesi Tengah di tahun 2020 terkait keuangan daerah, perekonomian termasuk kebijakan dan kendala yang dihadapi.

“Sulawesi Tengah memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia untuk tahun 2020, perekonomi Sulteng tumbuh sebesar 4,86% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dan menjadi satu dari 3 provinsi yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang positif. Terutama pada sektor pengolahan dan pertambangan khususnya di Kabupaten Morowali,” katanya.

“Hal tersebut menunjukkan prestasi yang bagus. Diharapkan kedepannya beberapa sektor lainnya juga mengalami peningkatan misalnya perikanan, industri dan sebagainya secara berkelanjutan,” tambahnya Irfa.

Dirinya berharap melalui pertumbuhan sektor pertambangan pada kisaran 28 persen, khususnya biji nikel dapat lebih bermanfaat bagi daerah. Demikian pula dalam hal peningkatan komoditi ekspor durian, serta hasil pertanian lainnya, bahkan pihak KP Bea Cukai Pantoloan telah menyatakan kesiapan untuk menfasilitasinya.

“Guna membantu pelaku Usaha Kecil dan Menengah, Pemerintah telah melaksanakan program Kredit usaha Rakyat (KUR) barupa pemberian subsidi bunga atas pinjaman dengan jangka suku bunga yang rendah. Saat ini, suku bunga yang dikenakan untuk program KUR ini sebesar 6 persen.

“Pada Tahun 2020, realisasi penyaluran KUR mengalami kenaikan baik disisi jumlah kreditur maupun nilai pinjaman. Jumlah kreditur tahun 2020 sebanyak 55.159 debitur dengan nilai pinjaman sebesar Rp1,946 triliun. Sedangkan penyaluran tahun 2021 sampai dengan hari ini tercatat sebesar Rp193,73 juta untuk 5.012 debitur,” pungkasnya. (din/*)

Ayo tulis komentar cerdas