Home Sulteng

Sesditjen P2P Kemenkes Minta Sulteng Genjot Capaian Vaksinasi

13
TINJAU VAKSINASI - Sesditjen P2P Kemenkes RI, Muhammad Budi Hidayat, (dua dari kanan) didampingi Plt Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Palu, Surahman (dua dari kiri), Kepala Dinkes Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra (kanan), dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Jumriani Yunus (kiri) saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Bapelkes Dinkes Provinsi Sulteng Jalan Moh. Yamin Palu, Kamis, 25 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Prosesnya Sudah Sesuai Standar

Palu, Metrosulawesi.id – Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr H Muhammad Budi Hidayat, meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulteng, Kamis, 25 Maret 2021.

Salah satu yang ditinjau yaitu pelaksanaan vaksinasi di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng Jalan Moh. Yamin Palu. Saat peninjauan ia didampingi Kepala Dinkes Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra, Plt Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Palu, Surahman, dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus.

“Alhamdulillah, hasilnya bagus (vaksinasi), dan prosesnya sudah sesuai standar,” ujar Budi kepada Metrosulawesi, Kamis, 25 Maret 2021.

Budi menegaskan yang perlu ditingkatkan yaitu cakupan vaksinasi untuk pelayan publik di wilayah Sulawesi Tengah. Sebab, Kemenkes disebut telah menetapkan jadwal untuk vaksinasi harus selesai April mendatang.

“Vaksinasi untuk pelayan publik dan lansia (lanjut usia). Harus dipastikan itu (jadwal vaksinasi) bisa dilaksanakan,” tegas Sesditjen P2P.

Terkait droping vaksin, Sulteng menurutnya tidak perlu khawatir sebab Kemenkes akan langung mengirim tambahan apabila stok akan habis. Sulteng cukup fokus menggenjot capaian vaksinasi.

“Pokoknya makin cepat dihabiskan (stok vaksin), makin cepat juga dikirim. Sudah ada hitungannya semua, sesuai jumlah sasaran,” pungkas Budi.

Menanggapi hal tersebut, Kadinkes Adi Sujendra mengaku pihaknya terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi. Namun dikatakan pelaksanaannya secara bertahap menyesuaikan stok vaksin.

“Stok vaksin sudah mulai menipis sebenarnya, tapi minggu depan sudah akan ada lagi. Tapi masih cukuplah untuk mengcover dosis kedua,” tandas Kadinkes.

Sebelumnya, Adi memastikan saat ini tidak ada lagi vaksin Covid-19 yang mendekati masa kedaluwarsa beredar di fasilitas-fasilitas pelaksanaan vaksinasi di Sulteng. Ia mengatakan program vaksinasi Covid-19 yang sedang berjalan saat ini, pemerintah sangat memerhatikan detail terkait vaksin yang disediakan untuk diberikan kepada masyarakat. Termasuk salah satunya masa berlaku vaksin tersebut. Pemerintah, kata dia, juga melakukan distribusi vaksin secara bertahap dari pusat ke daerah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr Jumriani Yunus dalam kegiata zoom meeting bersama jajaran Kadis Pendidikan se-Sulteng beberapa waktu lalu mengharapkan bagi masyarakat yang telah dipanggil untuk melakukan vaksinasi harus hadir. Kata Jumriani, tidak akan semua masyarakat menerima vaksin, hanya sekitar 70 persen atau sekitar 181 juta penduduk.

“Hanya 70 sampai 80 persen penduduk yang harus divaksin, jadi kalau dikali dua, sekitar 362 juta dosis yang harus kita lakukan vaksinasi sampai dengan Desember 2021. Makanya kita harus cepat melakukan vaksinasi supaya cepat terbentuk antibodi, utamanya bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” ucap Jumriani.

Jumriani mengungkapkan sudah 100 ribu dosis vaksin Covid-19 masuk ke Sulawesi Tengah.

“50.000 ribu dosis sudah terpakai untuk vaksinasi nakes (tenaga kesehatan),” ungkap Jumriani.

Dia mengatakan sisa 50.000 ribu dosis digunakan tahap kedua dengan sasaran 25.000 jiwa terdiri atas petugas pelayan publik seperti aparatur, guru-guru, dan TNI/Polri yang saat ini sementara berlangsung.

“Tahap kedua sisa vaksin untuk Provinsi Sulteng bagi petugas pelayan publik, yang lansia belum,” ujar Jumriani.

Khusus untuk kepolisian hingga saat ini sudah ada sebanyak 6.026 polisi di Sulteng mendapatkan vaksinasi Covid.

“Ada sebanyak 6.026 personel atau sudah sekira 76 persen dari total personel Polda Sulteng dan Polres jajaran yang sudah dilakukan vaksinasi,” kata Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto SIK dalam siaran persnya, Selasa 16 Maret 2021.

Didik juga mengatakan, pemberian vaksin Covid masih diprioritaskan kepada anggota Polri yang tugas operasional, tugas pelayanan publik, dan sebagian tugas dalam bidang pembinaan.

“Ini karena vaksin yang diterima masih terbatas. Dan pastinya kami akan tetap melakukan vaksinasi lanjutan bagi personel Polda Sulteng, bila penambahan vaksin dari pemerintah sudah ada,” jelasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas