Home Morowali Utara

Pertama di Sulteng, Polres Morut Terapkan Pembayaran PNBP Melalui Transaksi QRIS

19
LAUNCHING QRIS - Suasana peresmian implementasi QRIS di lingkungan Polres Morowali Utara, Kamis 25 Maret 2021. Tampak Kapolres Morut, AKBP Bagus Setiyawan (kanan) didampingi Plh Bupati, Ibu Ketua DPRD dan Perwakilan Bank Indonesia. (Foto: Istimewa)
  • Prosesnya Lebih Cepat dan Aman

Polres Morowali Utara (Morut) Polda Sulteng mulai menerapkan inovasi transaksi non tunai dalam pelayanan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB).

PENERAPAN transaksi non tunai tersebut untuk mewujudkan Polri yang lebih transparan dalam pelayanan publik di era 4.0. Seiring dengan berkembangnya teknologi, transaksi non tunai berbasis digital saat ini sudah menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat. Melalui aplikasi digital masyarakat dapat melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai.

Perkembangan teknologi ini menjadi perhatian serius Polres Morowali Utara, pihaknya berupaya menerapkan transaksi berbasis digital tersebut dalam melakukan pelayanan publik. Selama ini masyarakat yang mengantri pada saat pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dalam pengurusan SIM, SKCK, STNK dan BPKB di Polres Morowali Utara memang cukup padat.

Untuk mengatasi persoalan itu, salah satu inovasi diluncurkan Polres Morowali Utara dengan pelayanan publik berbasis digital. Hanya melalui Smarphone, masyarakat sudah bisa melakukan pembayaran PNBP melalui transaksi non tunai. Polres Morowali Utara menerapkannya sejak di-launching, Kamis 25 Maret 2021.

Kapolres Morowali Utara, AKBP Bagus Setiyawan mengatakan penggunaan layanan berbasis digital tersebut sejalan dengan Kepres Nomor 3 tahun 2021 tentang satuan tugas percepatan dan perluasan digitalisasi daerah serta mengimplementasikan program kerja Kapolri yang Presisi untuk mewujudkan Polri Modern di era 4.0.

Sehingga dengan memanfaatkan aplikasi keuangan, warga yang akan mengurus SIM, SKCK, STNK dan BPKB cukup dengan menggunakan smartphone sudah bisa membayar secara langsung PNBP, tanpa berinteraksi langsung dengan petugas untuk mencegah pungutan liar (Pungli) dari oknum Polisi nakal.

“Juga dapat mencegah adanya calo, gratifikasi dan KKN. Prosesnya lebih cepat dan aman,” katanya.

Ia mengatakan digitalisasi transaksi pembayaran tersebut dilaksanakan untuk peningkatan efisiensi dan efektifitas layanan publik, sebagai upaya transparansi Polri di mata masyarakat. Inovasi tersebut merupakan yang pertama dilakukan oleh Polres jajaran di Polda Sulteng.

Selain efisien dan aman, pembayaran non tunai juga dapat menghindari dan mencegah kemunginan adanya peredaran uang palsu. Selain itu dapat mencegah penyebaran virus COVID-19 melalui lembaran uang.

“Transaksi ini juga dapat mencegah penyebaran COVID-19 melalui pertukaran atau transaksi uang tunai secara langsung,” jelasnya.

Kapolres menerangkan metode pembayaran berbasis digital ini menggunakan sistem barcode yaitu QR Code Standar Pembayaran Nasional (QRIS). QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik berbasis server, dompet digital, atau mobile banking. Masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman cukup dengan menggunakan ponsel.

Mantan Kasubdit Tipidter Ditkrimsus Polda Sulteng tersebut mengatakan layanan digital QRIS akan menguntungkan masyarakat karena transaksi berlangsung dengan sangat efisien. Masyarakat hanya melakukan pemindaian barcode yang sudah disiapkan Polres Morowali Utara di loket pembayaran PNBP kemudian melakukan transaksi melalui aplikasi di Smartphone.

Selain menerapkan transaksi QRIS dalam pengurusan dokumen, Polres Morowali Utara juga melakukan hal yang sama dalam transaksi untuk pembayaran makanan dan minuman di kantin kantor.

“Polres Morut juga menyiapkan transaksi barcode QRIS bagi anggota yang akan memberikan sumbangan di Masjid Polres, jadi tidak perlu lagi memasukkan uang tunai di kotak amal, sudah bisa langsung dari ponsel ke rekening masjid,” tukasnya.

Plh Bupati Morowali Utara, Musda Guntur mengapresiasi peluncuran atau launching barcode QRIS Pajak PNBP di Polres Morowali Utara, inovasi tersebut sangat bagus untuk menghindari tindakan-tindakan bersifat tindak pidana korupsi (Tipidkor).

“Saya sangat paresiasi inovasi ini, sekarang ini sudah banyak masyarakat yang menggunakan transaksi non tunai dan itu memang sudah ditetapkan Pemerintah, mau tidak mau sekarang ini kita semua sudah menggunakan sistem elektronik” jelasnya.

Musda mengatakan transaksi berbasis digital yang diterapkan Polres Morowali Utara ini akan lebih memudahkan masyarakat sekaligus mengedukasi tentang perkembangan teknologi.

“Transaksi ini akan memudahkan masyarakat sekaligus memberikan pendidikan bagi masyarakat Morowali Utara tentang bagaimana bisa memanfaatkan IT itu dengan baik,” katanya.

Kemudian kata dia, keuntungan dari transaksi non tunai tersebut dapat mencegah kebocoran penerimaan negara dari sektor pajak ataupun retribusi, sebab setiap transaksi dapat dipantau secara langsung dan transparan.

“Masyarakat tidak akan lagi takut dengan kemungkinan adanya calo atau Polisi nakal dalam mengurus dokumen di Instansi Polri, sebab pembayaran PNBP tersebut dilakukan tanpa berinteraksi dengan petugas,” jelasnya.

Ia mengharapkan Organisasi Perangakat Daerah (OPD) Pemkab Morowali Utara dapat meniru Inovasi Polres tersebut untuk diterapkan dalam pelayanan publik di Daerah setempat.

“Saya mengharapkan Polres Morowali Utara sudah memberikan contoh itu, semua sektor-sektor pelayanan birokrasi yang berkaitan dengan penerimaan pajak di Morowali Utara ini bisa mengadopsi inovasi transaksi digital,” harapnya.

Selain dalam pembayaran pajak PNBP di lingkungan Polres Morowali Utara, pihaknya juga mulai mendorong para pedagang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Kolonodale menerapkan transaksi pembayaran digital QRIS. Inisiasi itu mulai diterapkan para pedagang jajanan diseputaran tanggul reklamasi sejak Kamis.

Wakapolres Morowali Utara Kompol Nur Asjik mengatakan transaksi pembayaran digital QRIS sudah saatnya diterapkan di daerah itu. Penerapan transaksi digital merupakan salah satu upaya Polri dalam mendukung Pemkab Morut melakukan pencegahan dan penanganan wabah Covid-19.

“Polri tentunya siap mendukung segala upaya pemerintah daerah dalam memerangi wabah dari virus mematikan itu, selain itu transaksi QRIS ini dapat melindungi masyarakat dari kemungkinan tertular COVID-19 karena masyarakat tidak lagi berinteraksi secara langsung saat transaksi pembayaran,” katanya.

Kasat Binmas Polres Morowali Utara AKP Dedy Suparman menambahkan pembayaran digital ini juga efektif mencegah tindakan kriminal berupa pemalsuan uang atau juga pencurian uang tunai.

“Pembeli tidak perlu lagi membawa uang tunai saat belanja kuliner di kawasan tanggul Kolonodale. Pedagang tidak perlu pula khawatir akan tertipu dengan uang palsu,” tutupnya. (son/*)

Ayo tulis komentar cerdas