Home Politik

Muhammad J Wartabone Dukung Perencanaan Propemperda 2021

Dr. Muhammad J. Wartabone, S.Sos,SH.,M.HI sebagai Anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) yang juga selaku anggota DPD RI dari Dapil Sulawesi Tengah (kanan) saat bersama dengan Pimpinan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Ir. H. Azwar Abdurrahman usai kegiatan melakukan kunjungan kerja dalam rangka untuk mengetahui perencanaan propemperda Tahun 2021 dan permasalahannya. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dr. Muhammad J. Wartabone, S.Sos,SH.,M.HI sebagai Anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) yang juga selaku anggota DPD RI dari Dapil Sulawesi Tengah, menyatakan dukungan terhadap perencanaan Propemperda 2021.

Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh bersama para anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Kamis, 25 Maret 2021.

Selain itu, kunjungan tersebut dalam rangka untuk mengetahui perencanaan propemperda Tahun 2021 dan permasalahannya. Agenda yang dimaksud itu juga sekaligus menggelar acara Temu Konsultasi Legislasi antara Pusat dengan Daerah Pemerintah Provinsi Aceh.

Buya MJW menjelaskan bahwa, Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) sebagai alat kelengkapan DPD RI yang dibentuk untuk melaksanakan ketentuan Pasal 249 ayat (1) huruf j Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Undang-Undang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU MD3) yang memberikan wewenang kepada DPD RI untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) dan peraturan daerah (Perda).

“Pertemuan ini bermaksud untuk mengetahui tipologi permasalahan pembentukan Perda di Provinsi Aceh baik sisi teknis maupun substansi serta dalam kaitan sinergitas antara BULD dan Pemda dalam kerangka menciptakan sistem hukum nasional yang bertitik tolak pada kebutuhan masyarakat dan daerah,” tutrunya.

Mengetahui permasalahan implementasi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di daerah. Buya MJW sapaan akrab Muhammad J Wartabone mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan harmonisasi antara daerah dan pusat sehingga jangan sampai setelah Perda dibentuk baru muncul permasalahan dikemudian hari.

“Permasalahan itu mungkin ada bertentangan dengan tingkat atas, tapi dengan adanya DPD RI ini agar dapat memfasilitasi dan diluruskan kembali apabila ada kesalahan. Kita ingin semua Perda yang lahir itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” katanya.

Tentunya, lanjut dia, terkait Perda ini dibuat untuk kesejahteraan masyarakat pada intinya. Sementara pihaknya berharap dengan adanya temu konsultasi BULD ini isu-isu menarik mengenai ranperda maupun perda yang menjadi pembahasan di Provinsi Aceh yang selanjutnya dapat menjadi bahan rekomendasi.

“Yang nantinya akan disusun oleh BULD kedepannya dan dapat menjadi cerminan untuk daerah-daerah di seluruh Indonesia agar Perda yang digagas harus mengacu kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 agar sesuai dengan keadaan warga setempat,” ucap Buya.

Sementara itu, Pimpinan Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Ir. H. Azwar Abdurrahman mengapresiasi rombongan DPD RI yang melakukan kunjungan kerja ke Aceh dalam rangka temu konsultasi terkait pembentukan rencana Perda dan Perda.

“Kegiatan ini merupakan langkah baik untuk memastikan langkah politis dan substansi pada permasalahan yang terjadi, terkait benturan regulasi atau kepentingan kewenangan antara pusat dan daerah. Harapan kita semua dapat bekerjasama dengan baik dan saling mendukung agar Perda Provinsi, Kabupaten dan kota di Aceh berjalan dengan baik. Selain itu, dapat merumuskan berbagai permasalahan di daerah untuk dapat diselesaikan dengan baik,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir sebanyak tujuh anggota BULD DPD RI dari masing-masing provinsi yakni Anggota BULD DPD RI senator Muhammad Gazali, H. TB. M.Ali Ridho, Senator M. Nuh, Senator Jialyka Maharani, Senator dari Aceh Abdullah Puteh, Senator KH. Abdul Hakim.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Elwin Kandabu

Ayo tulis komentar cerdas