Home Nasional

Muhammad J Wartabone Ziarah Makam Pahlawan Aceh

13
ZIARAH - Anggota DPD RI, asal Sulawesi Tengah, Dr. Muhammad J Wartabone ,S.Sos., SH.,M.HI melakukan ziarah ke makam salah satu pahlawan yaitu Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu, 24 Maret 2021. (Foto: Ist)

Aceh, Metrosulawesi.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)- MPR RI, asal Sulawesi Tengah, Dr. Muhammad J Wartabone ,S.Sos., SH.,M.HI melakukan ziarah ke makam salah satu pahlawan yaitu Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, Rabu, 24 Maret 2021.

“Dimana seperti diketahui Sultan Iskandar Muda merupakan Pahlawan Nasional asal Aceh yang juga membawa Serambi Mekkah pada kejayaannya, baik bidang pertahanan maupun ekonomi,” tutur Buya sapaan akrab Muhammad J Wartabone.

Dijelaskan, dalam sejarah mencatat perjalanan  Sultan Iskandar Muda adalah Sultan Saidil Mukammil turun tahta pada tahun 1604 yang dijatuhkan oleh anaknya. Sedangkan, anaknya yang lain Sultan Husin menjadi wakil sultan di Pidie.

Buya menyampaikan sosok  pemimpin Kerajaan Aceh Darussalam periode 1607-1636 Masehi ini, dikenal sebagai Raja Agung. Menurutnya, Sultan Iskandar Muda sangat berjasa terhadap perkembangan agama Islam di Timur Nusantara yang saat ini menjadi Timur Indonesia.

“Mudah-mudahan semangat Sultan Iskandar Muda ini, yang sejak 414 tahun yang lalu sudah melakukan kerjasama dengan suku – suku yang ada di Indonesia. Diharapkan Indonesia bisa terpelihara seperti di tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Nama besar Iskandar Muda yang melegenda. Urai Buya,  mengutus Syekh Abdullah Raqiy atau yang lebih dikenal dengan nama Dato karama I Ulama pertama yang datang di Tanah Kaili (1606). Syekh Abdullah Raqiy awal mula peletakan dasar adat istiadat di Lembah Kaili yang tidak bertentangan dengan agama,” ujarnya menambahkan.

Makam Datokarama terletak di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal ini bisa menjadi pembelajaran untuk semua, dimana kejayaan kerajaan dan kesultanan di seluruh Indonesia bisa kembali sehingga untuk Indonesia menjadi besar.

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas