Home Donggala

Pemkot Palu Ingin Kelola PDAM Donggala

14
PENYAMBUTAN - Bupati Donggala Kasman Lassa menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Kota Palu yang dipimpin Walikota Hadianto Rasyid, Selasa 23 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Walikota Palu, Hadianto Rasyid dan wakilnya Reny Lamajido serta Sekot H. Asri berkunjung ke Donggala, Selasa 23 Maret 2021. Rombongan dari Palu disambut Bupati Donggala Kasman Lassa dengan prosesi tarian adat.

Walikota Palu, Hadianto Rasyid tak henti-hentinya memuji Bupati Kasman Lassa yang dinilainya telah berhasil membawa Kabupaten Donggala ke arah lebih baik.

“Pak Bupati sukses menjaga budaya di Donggala, buktinya hari ini saya disambut luar biasa dengan prosesi adat, dan adat adalah identitas suatu daerah, dan berhasil menjaga identitas daerahnya,” sebutnya.

Hadianto bersyukur karena maksud kedatangannya sudah terbaca oleh Bupati Kasman Lassa yakni menyangkut aset.

“Padahal belum ada bocoran, Pak Kasman sudah tau kita datang sebagi anak (Kota Palu) mau meminta kepada ibunya (Donggala) berupa aset milik Kabupaten Donggala,” kata Hadianto.

Olehnya tambah politisi Hanura ini, Pemkot Palu menginginkan aset PDAM milik Donggala untuk diberikan dan dikelola Pemerintah Kota Palu.

“Ya kalau bisa secepatnya diserahkan aset PDAM ke kami. Hari ini juga boleh,” tuturnya disambut tawa undangan yang hadir.

Sebelumnya, Kasman Lassa mengawali sambutannya dengan pujian terhadap Walikota Hadianto Rasyid. Menurutnya, sebagai walikota masih mengingat Kabupaten Donggala sebagai ibu kandung dari Kota Palu.

“Selamat datang Pak Walikota, dan selamat juga atas terpilihnya menjadi walikota Palu dan tidak melupakan Donggala sebagai ibu kandung dari Kota Palu,” katanya.

Kasman juga menyampaikan beberapa aset pemerintah Kabupaten Donggala yang masih berada di wilayah Kota Palu atau pun provinsi Sulawesi Tengah.

“Kita punya aset di pemerintah provinsi ataupun kota. Kita siap menyerahkan dan kami pemerintah kabupaten telah melakukan mediasi dengan Pak Gubernur terkait aset pemda, misalnya pabrik minyak di Desa Wani Kecamatan Tanantovea, tanah 8 hektar di Salumbone, dan Pak Gubernur meresponsnya dan meminta kami pemerintah kabupaten untuk segera membuat surat,” sebutnya.

“Sama dengan Pemerintah Kabupaten Sigi kemarin datang kemari, tidak melupakan ibu kandungnya, terkait aset kita tidak keras, komunikasi intens, dan hasilnya kita berbagi, Donggala dapat sapinya, Sigi dapat tanahnya,” jelasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas