Home Sulteng

Empat Strategi Pembangunan KP Sulteng

11
Muh Arif Latjuba. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng telah menetapkan strategi pembangunan kelautan dan perikanan di daerah ini. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Sulteng, Moh Arif Latjuba, membeberkan strategi tersebut.

Dia mengatakan ada empat hal utama yang akan dilakukan untuk pembangunan kelautan dan perikanan (KP) setidaknya hingga lima tahun ke depan. Pertama, peningkatan produksi dan produktivitas perikanan.

Kedua, pengembangan agribisnis (peningkatan kualitas dan ragam produk olahan perikanan). Ketiga, peningkatan kualitas lingkungan (konservasi dan pengawasan sektor kelautan perikanan).

“Terakhir peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas pelayanan,” ujar Arif, Selasa, 23 Maret 2021.

Strategi-strategi tersebut akan dilaksanakan dengan arah kebijakan melalui peningkatakan kapasitas, peningkatan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Kemudian peningkatan upaya perlindungan pelaku usaha perikanan serta penyediaan inovasi teknologi guna peningkatan kualitas, kuantitas, dan keberlanjutan produk kelautan perikanan Sulteng.

Tak hanya itu, arah kebijakan juga dilakukan untuk penataan raung dan konservasi sumber daya hayati laut (SDHL). Selanjutnya dengan peningkatan pengawasan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan daerah.

“Komoditas unggulan kita ada lima yaitu rumput laut, ikan demersal, ikan air tawar, ikan pelagis, dan udang,” ucap Arif.

Mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng itu juga membeberkan pihaknya telah menetapkan fokus program kegiatan untuk pembangunan kelautan dan perikanan.

Ada sembilan fokus program kegiatan yang akan dilaksanakan Dislutkan Provinsi Sulteng yakni pengembangan dan pengolahan pelabuhan perikanan menyasar PP Mato, PP Lafeu, PP Parangggi, PP Kolonodale, PP Salakan, PP Pagimana, PP Donggala, dan PP Ogotua.

Berikutnya program fasilitasi, pendampingan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha. Fasilitasi saprodi perikanan budidaya, perikanan tangkap dan pengolahan. Pengembangan budidaya udang, rumput laut dengan sistem kultur jaringan, dan ikan tawar (millenial farm).

Fokus kegiatan selanjutnya peningkatan sistem logistik ikan, fasilitasi perizinan, peningkatan kapasitas perbenihan, peningkatan kapasitas SDM, serta konservasi dan rehabilitasi pesisir dan pulau-pulau kecil dan pengawasan SDKP.

“Perda Nomor 10 Tahun 2017 tetap menjadi marwah dalam rangka untuk pelestarian lingkungan pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulawesi Tengah. Pak gubernur telah melantik empat pelaksana teknis dinas yang membidangi konservasi,” tandas Arif.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas