Home Hukum & Kriminal

Kasus Proyek Fiktif, Penyidik Panggil Kadis PMD Poso

11
Hazairin SH. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)

Poso, Metrosulawesi.id – Tim Kejari Poso terus mengembangkan kasus proyek fiktif dana desa Katu Kecamatan Lore Tengah yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 620 juta. Kasus ini telah menyeret mantan kades periode 2013-2019 Ferdinand Lemonu yang saat ini mendekam diRutan Poso.

Ditemui di ruang kerjanya  Kamis 18 Maret 2021, Kasie Pidsus Kejari Poso Hazairin SH mengatakan, untuk pengembangan kasus tersebut, pihak kejaksaan telah memanggil Kepala Dinas PMK Poso Lusiana Sigilipu untuk kedua kalinya.

Namun bersangkutan tidak hadir dan sudah ada konfirmasi bahwa sang kadis sedang sakit.

“Maka selanjutnya dilayangkan kembali surat panggilan susulan untuk memastikan kehadiran bersangkutan sebagai saksi dalam kasus proyek fiktif dana desa Katu tahun anggaran 2019,” tegasnya.

Masih dikatakan Kasie Pidsus, kehadiran Kadis PMD sebagai saksi  dalam kasus ini sangatlah penting, mengingat OPD tersebut sebagai instansi yang melakukan verifikasi dokumen, ada dokumen kegiatan serta pengajuan anggaran  hingga  pencairan anggaran.

“Mengapa bisa jebol proyek yang diketahui proyek fiktif, sehingga kehadiran kadis sebagai saksi merupakan hal penting untuk mengetahui alur pencairan dana desa,kok bisa jebol,” ujar Hazairin.

Ditanya jika seandainya Lusiana Sigilipu sebagai kadis PMD juga tidak datang dalam panggilan selanjutnya, apa tindakan kejaksaan? Dikatakan Hazairin, mungkin saja akan didatangi bersangkutan untuk diambil keterangan nya.

“Bisa saja dirumahatau dikantor, intinya keterangan bersangkutan sangat berguna dalam pengungkapan kasus yang merugikan keuangan negara,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya,  adanya kerugian negara setelah dilakukan cros cek lapangan sesuai mata anggaran penggunaan DD tahun 2019 desa Katu Kecamatan Lore Tengah, yakni kurang lebih Rp1 miliar anggaran DD.

Ada empat kegiatan proyek fisik, diantaranya pembangunan jembatan gantung sepanjang 35 meter dengan anggaran sebesar 318 juta, namun tidak dikerjakan alias fiktif. Selanjutnya  pembangunan plat deuker anggaran 23 juta.

“Meskipun dikerjakan, namun tidak sesuai RAB dari mata anggaran, kemudian pembangunan pembangunan jalan rabat beton dengan anggaran sebesar 104 juta, proyek tidak dikerjakan, kemudian pembangunan jalan usaha tani sebesar 338 juta, namun proyek tidak dikerjakan, sehingga nilai kerugian negara sebesar Rp 620 juta.”

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas