Home Hukum & Kriminal

Danrem Minta Stop Dukungan ke Ali Kalora

22
DIBAWA KE JAKARTA - Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris menuju ke pesawat udara di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 18 Maret 2021. Sebanyak 22 tahanan kasus terorisme dipindahkan ke Mabes Polri di Jakarta. (Foto: Antara)
  • Polri Selidiki Kaitan Teroris Jatim dan Poso

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Komando Operasi Madago Raya 2021, Poso, yang juga Danrem 132/Tadulko Brigjen TNI Farid Makruf M. A, mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap kelopok teroris MIT (Mujahidin Indonesia Timur) Poso yang saat ini berjumlah sembilan Orang.

“Kami masih tetap melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT Poso, yang saat ini tinggal berjumlah Sembilan Orang,” ungkapnya.

Brigjen Farid mengatakan, pihaknya berharap bila operasi ini segera berakhir, dirinya meminta kepada masyarakat yang menjadi simpatisan kelompok yang dipimpin oleh Ali Kalora tersebut, segeralah berhenti mensuport mereka baik dari segi informasi maupun dari segi logistik.

“Kalau tidak ada yang mensuport mereka, saya yakin dalam satu bulan mereka akan kelaparan di atas sana, dan mereka akan bingung bergerak kemana,” ungkapnya.

Farid juga mengatakan, kalau dari bawah selalu mensuport kelompok MIT itu, dengan memberitahukan lokasi keberadaan prajurit Ops Madago Raya, kepada kelompok tersebut, akan menghindari keberadaan Personel Ops Madago Raya.

“Mereka akan dapat menghindari penyergapan yang dilakukan,” ucapnya.

“Kita sudah berusaha menutup wilayah-wilayah pelarian mereka. Namun, dikarenakan adanya informasi keberadaan pasukan, mereka akan sulit disergap,” tambahnya.

Terkait dengan akan berakhirnya Operasi Madago Raya, Farid menegaskan, sebagai perajurit pelaksana operasi, pihaknya menunggu perintah dari atasan, tetapi pihaknya sudah bertekad untuk menyelesaikan misi ini hingga selesai, dan tidak akan berhenti memerangi Radikalisme.

“Kalau bicara radikalisme, saya bilang kelompok sipil bersenjata yang tinggal berjumlah sembilan orang itu, kemudian para pendukung yang benar-benar berbaiat, mendukun para DPO itu, ini harus kita selesaikan,” tegasnya.

“Jadi perpanjangan atau tidak, kami siap menunggu perintah,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan masyarakat Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyatakan kepolisian terus menyelidiki apakah ada keterkaitan antara jaringan terorisme di Jawa Timur dan Poso, Sulawesi Tengah.

“Sedang didalami Densus 88, apakah kelompok ini ada hubungannya dengan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang ada di Poso pimpinan Ali Kalora,” kata Rusdi di Bandara Soekarno Hatta, seperti dikutip dari Antara, Kamis 18 Maret 2021.

Detasemen khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap 22 terduga teroris di sejumlah wilayah Jawa Timur, yakni Sidoarjo, Surabaya, Mojokerto, Kediri, Malang dan Bojonegoro. Para terduga teroris itu menamakan diri sebagai Kelompok Fahim.
Rusdi mengatakan sebelum ditangkap sejumlah anggota kelompok Fahim bertemu dengan Taufik Bulaga (TB) alias Upik Lawanga.

Upik Lawanga merupakan dalang dari beberapa peristiwa teror bom, seperti Bom Pasar Tentena, Bom Pasar Maesa, Bom Gor Poso, Bom Pasar Sentral, Bom Termos Nasi Tengkura, Bom Senter Kawua, dan rangkaian aksi teror lainnya pada 2004 hingga 2006.

“Hasil keterangan mereka, beberapa kali sebelum Upik Lawanga dan kelompok ini ditangkap, mereka melakukan pertemuan,” ungkap Rusdi.

Beberapa waktu lalu, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Abdul Rakhman Baso menjelaskan daftar pencarian orang (DPO) MIT Poso yang sebelumnya berjumlah 11 orang itu, terbagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok berjumlah tujuh orang, dan satu kelompok lagi berjumlah empat orang. Kelompok yang berjumlah empat orang inilah terlibat kontak tembak dengan tim Satuan Tugas Madago Raya, gabungan TNI/Polri pada Senin 1 Maret 2021 lalu.

“Terbagi dua kelompok, satu kelompok yang terdiri dari empat orang dipimpin Ali Kalora, dan satu kelompok lagi tujuh orang,” ujarnya.

Meskipun demikian, Kapolda Sulteng sangat menyayangkan masih ada sejumlah simpatisan yang membantu DPO MIT Poso tersebut. (edy/ant)

Ayo tulis komentar cerdas