Home Ekonomi

Warga Tolitoli Keluhkan Gas Elpiji Rp35 Ribu

28
Ilustrasi. (Grafis: Dok. Metrosulawesi)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Warga di Tolitoli mengeluhkan kelangkaan dan kenaikan harga jual  LPG 3 kilogram.

Marwan (36) warga Kelurahan Tuwelei Kecamatan Baolan mengaku saat ini harga LPG 3 kilogram sudah mencapai Rp35 ribu per tabung, naik Rp5.000 dibandingkan tiga minggu lalu yang masih Rp30 ribu.

Harga tersebut, kata dia jauh jika dibandingkan dengan harga eceran tertinggi (HET) LPG bersubsidi di Kabupaten Tolitoli.

“Kami kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg di beberapa tempat penjualan di pangkalan , belum lagi kalau ada aktivitas jual beli gas harus antrean dan terkadang menyita waktu yang panjang sudah berjam-jam menunggu itupun bersyukur kita bisa dapat,” keluhnya saat ditemui wartawan, Rabu (17/3/2021).

Dia khawatir jika terjadi kenaikan harga LPG 3 kilogram tersebut akan terus berlanjut menjelang Ramadhan. 

“Kami  berharap pemerintah segera turun untuk mengendalikan harga gas bersubsidi tersebut dan menindak pedagang nakal,” jelasnya.

Diketahui, rekomendasi DPRD Kabupaten Tolitoli berkenaan dengan Rapat Dengar Pendapat (RDP) gas elpiji 3kg subsidi untuk masyarakat miskin sudah dibuat tahun 2020.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tolitoli Jemmy Yusuf manjelaskan, Pemerintah Daerah seharusnya tidak lalai memantau stok elpiji jelang bulan suci Ramadhan tahun ini.

“Seluruh pangkalan wajib dipantau, baik distribusi dari pihak agen, hingga layanan kepada warga yang berhak menikmati pemenuhan bahan bakar gas elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemmy Yusuf.

Ia mengatakan, agar ketersediaan stok elpiji bersubsidi aman jelang hingga umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadhan, maka perlu dilakukan evaluasi rantai distribusi. 

“Evaluasi mencakup jadwal distribusi dan pelayanan dari tingkat agen hingga pangkalan, agar masyarakat tidak teriak-teriak akibat kesulitan mendapatkan bahan bakar tersebut,” ujarnya.

Kesiapan elpiji 3 kilogram untuk keperluan konsumsi rumah tangga kata dia, tidak boleh diremehkan agar tidak memunculkan kegaduhan yang tidak diinginkan. 

“Kami tak ingin, ada rumah tangga penerima manfaat kesulitan memenuhi keperluan makanan rumah tangganya akibat tidak mendapatkan pasokan bahan bakar,” jelasnya.

Dia berharap Pemerintah Daerah, perlu mengingatkan pihak agen dan pangkalan, agar tidak melayani pembelian untuk penjual bukan pangkalan.

“Sebab yang terjadi nantinya masyarakat akan menilai kenaikan harga elpiji 3 kilo gram maupun kelangkaan, padahal banyak penjual bukan pangkalan menjual seharga Rp30 ribu-Rp35 ribu per tabung untuk mencari keuntungan,” jelasnya.

Sementara itu Kadis Perdagangan Tolitoli Yustianto Bantilan belum lama ini mengatakan menjelang Bulan Ramadhan pihaknya akan melakukan operasi pasar secara rutin,hal ini guna menjamin kestabilan harga pasar serta akan menindak pedagang nakal yang mencoba memainkan harga dengan se enaknya, jelas Kadis.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas