Home Palu

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda Karena Masih Perlu Kajian

11
PIMPIN RAPAT - Wakil Wali Kota Palu, dr Reny Lamadjido (tengah) saat memimpin Rapat Koordinasi dengan terkait pembelajaran tatap muka di Aula Kantor Bappeda Kota Palu, Rabu, 17 Maret 2021. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu akhirnya menunda kembali pembelajaran tatap muka tingkat SD dan SMP yang diketahui akan dilaksanakan pada April mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Palu, dr Reny Lamadjido pada Rapat Koordinasi di Aula Kantor Bappeda Kota Palu, Rabu, 17 Maret 2021.

“Sedianya pembelajaran tatap muka memang kita akan selenggarakan pada April, namun pada saat ini, setelah dua minggu kami melakukan analisis berupa kajian-kajian terhadap kasus corona virus,maka yang pertama, untuk vaksinasi tahap 2 tenaga kesehatan yang sudah kita rencanakan sudah mencapai 95 persen. Kedua, untuk vaksinasi Bapak dan Ibu Guru di Kota Palu hingga saat ini sudah mencapai 53,7 persen, walaupun pelaksanaannya baru kurang lebih 14 hari,” kata Wawali Reny.

“Setelah kami melakukan kajian analisis dengan dinas terkait yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Palu, kita belum bisa melaksanakan sekolah tatap muka pada bulan April, tetapi kami akan tetap mengkaji setiap minggu tren kenaikan Covid-19. Dan alhamdulillah dari Februari kemarin, tren kenaikan Covid-19 hingga saat ini makin menurun,” jelasnya.

Wawali Reny berharap dalam waktu dekat pembelajaran tatap sudah bisa dilaksanakan.

“Buktinya apa, ada 10 kelurahan, setelah kita kaji, dalam beberapa minggu ini kasus Covid-19 nya nol, antara lain Poboya, Kayumalue Pajeko, Nunu, dan Lambara. Saya mohom kepada para Lurahnya hal ini dipertahankan,” kata Reny.

Namun, kata Reny, ada dua kelurahan yang masih tinggi angka Covid-19 nya yaitu Tatura Selatan dan Talise.

“Karena itu saya berharap kita bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19 ini. Dan dengan berbagai kajian itulah maka kami belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka pada bulan April,” ungkapnya.

“Tapi SOP dari Dinas Pendidikan untuk pembelajaran tatap muka sudah siap. Begitu juga SOP dari Dinas Kesehatan Kota Palu terhadap pelaksanaan tatap muka. Seperti apa SOPnya, kita nanti diskusikan,” jelasnya.

Wawali Reny mengungkapkan pihaknya akan sering melakukan imbauan dan sosialisasi, pemantapan sekolah-sekolah dalam menghadapi pembelajaran tatap muka di masa pendemi.

“Tapi yang jelas sarana prasarana protokol kesehatan yang disediakan oleh Dinas Pendidikan Kota Palu itu sudah siap, mungkin ada kekurangan-kekurangan tapi akan segera ditanggulangi. Termasuk juga Dinas Kesehatan Kota Palu menyediakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS),” ungkapnya.

“Dari pintu masuk sekolah sudah harus ketat protokol kesehatannya, sampai anak didik masuk kelas, dan tidak diperkenankan anak didik berjabatan tangan dengan Gurunya,” ungkapnya lagi.

Dan sesuai dengan SOP pendidikan, Reny mengungkapkan, pembelajaran tatap muka akan dilakukan dua shift.

“Dan satu kelas hanya dihuni oleh 16 siswa,” ungkapnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas