Home Palu

Pembangunan Huntap Dihentikan Sementara

21
Bey Arifin. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)
  • Kabalai Ferdinand: Tidak ada Perubahan Master Plan

Palu, Metrosulawesi.id – Koordinator Forum Talise Bersaudara, Bey Arifin bertemu dengan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Rabu, 17 Maret 2021. Pertemuan itu membahas terkait pembangunan Huntap Tondo 3.

“Masyarakat Talise Bersaudara diundang Pak Wali Kota terkait lokasi eks HGB Duta Dana Bakti. Kemudian mereka juga berharap, ketika komunikasi dengan pihak PUPR bahwa ternyata memang akan ada bantuan untuk pembangunan sekolah, dimana sekolah yang ada di Jalan Yos Sudarso yakni SDN 1, SDN 2, dan SDN Inpres itu akan dialihkan ke lokasi tersebut (eks HGB), tetapi sebagian kecilnya,” kata Bey Arifin sesaat usai pertemuan dengan Wali Kota Palu.

Dan pada pertemuan tadi, kata Bey Arifin, Wali Kota Palu menegaskan tidak ada pembangunan Huntap untuk saat ini.

“Karena beliau (Wali Kota Palu) akan komunikasi dulu dengan pihak BPN/ATR, agar lokasi eks HGB dan seluruh lokasi yang ada pegunungan itu, Talise, Tondo,dan lainnya itu akan dibuatkan master plan-nya, sehingga lokasi itu bisa dibagikan kepada masyarakat, Pemkot, dan pihak swasta untuk menghidupkan lokasi itu,” ungkapnya.

“Artinya, secara otomatis master plan sebelumnya tidakakan dipakai lagi. Karena bantuan ini merupakan rezeki kata Pak Wali Kota, maka kita bangun saja dulu,” jelasnya lagi.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah, Ferdinand Kana Lo mengungkapkan pihaknya akan mengikuti apa yang menjadi keinginan Pemerintah Kota Palu.

“Kami disini itu ada untuk mendukung kebijakan Wali Kota, apapun kebijakan Wali Kota Palu, kami pasti dukung. Kalau Pak Wali Kota bilang tunda, maka kami tunda, kalau Pak Wali Kota bilang bangun kami bangun, kalau dibilang batal,kami batal,” kata Ferdinand.

Ferdinand Kana Lo. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)

Menurutnya pembangunan Huntap tidak bisa berdasarkan berakhirnya loan (pinjaman) dari Bank Dunia.

“Gara-gara berakhirnya loan harus paksakan pembangunan huntap, itu tidak bisa,” jelasnya.

“Kita ada disini karena adanya untuik bantuan Pemerintah Kota Palu. Jadi bukan berarti batal pembangunan Huntap-nya, beliau (Wali Kota Palu) menunda,akan melakukan upaya dulu dengan Bapak Menteri BPN-ATR, supaya lahan-lahan sisa HGB ini bisa dibagi,” jelasnya.

Namun Ferdinand mengungkapkan, tidak akan ada perubahan dalam master plan huntap.

“Master plan tidak berubah ya, jasi master plan ini akan dibikin dan apa yang sudah ada tidak mungkin berubah. Contohnya, kawasan Huntap sudah ada, tidak mungkinkan BPN/ATR ubah, penlok kan terhadap keseluruhan lahan, dan tidak semuanya kan menjadi lokasi huntap, ada land consolidation dengan warga,” jelasnya.

“Jadi warga bisa dapat, ada juga untuk pemegang HGB, win win solution-nya seperti itu. Intinya saya tidak ada kepentingan apapun terhadap hal ini, saya cuma ingin warga secepatnya pindah ke Huntap. Dan kita harap secepatnya hal ini bisa diselesaikan,” ungkapnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas