Home Donggala

Buruh Adukan PT LTT ke Dinas Nakertrans

19
PROTES – Marianus memperlihatkan surat PHK kepada wartawan di kantor Dinas Nakertrans, Rabu 17 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Dipecat karena Tiga Hari Tak Masuk Kerja

Donggala, Metrosulawesi.id – Seorang buruh PT LTT (Lestari Tani Teladan), Marianus harus menelan kekecewaan setelah dia dipecat sepihak oleh perusahaan.

Surat keputusan PT LTT bernomor 19/LTT/SK-ADM/PHK/III/2021 seolah menguburkan impiannya untuk terus bekerja menghidupi keluarganya.

“Saya di PHK karena tidak masuk kerja selama tiga hari, harusnya pihak perusahaan melihat dulu apa penyebab saya tidak masuk kerja,” kata Marianus saat ditemui di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Rabu 17 Maret 2021.

“Saya di PHK dengan jalan yang tidak benar pak, harusnya ada surat peringatan, ini tidak pak langsung surat PHK yang muncul, baru anehnya surat dikirim tanggal 3 Februari baru sampai ke saya 15 Februari, isi suratnya satu paket surat panggilan dan surat PHK,”sebutnya.

Pria yang sudah 10 tahun ini bekerja di PT LTT ini kemudian menceritakan kronologis dirinya tidak masuk kerja selama tiga hari. Menurutnya ia mangkir dikarenakan mengurus anaknya yang sedang sakit.

Olehnya ia berinisiatif membawa anak semata wayangnya berobat kampung di rumah orang tuanya Desa Tikke, Sulawesi Barat.

“Orang tua mana pak yang tidak panik, anak sakit, dari desa TaViora Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala bonceng anak ke rumah neneknya ke Tikke Provinsi Sulawesi Barat untuk kesembuhan anak,” kisahnya.

“Kemudian anak saya titipkan dengan neneknya, esok pagi siap berangkat kerja kunci motor saya tercecer, takut terlambat saya hubungi teman kantor meminta tolong menyampaikan kondisi saya dan teman kantor mengaminkan saya terus berusaha menghidupkan motor dengan membuka bodi motor, dan akhirnya bisa jalan dan saya pun menuju kantor,” kisahnya.

“Setelah mangkir, atasan bertanya kemarin kemana? Saya jawab pergi panen sawit (berbohong demi anak yang sakit) karena di PT LTT tidak diperbolehkan cuti selama covid. Kemudian Pak Ilyas meminta saya untuk istirahat, karena dia (Ilyas) mau melapor dulu ke pimpinannya mandor kebun,” katanya.

“Setelah Pak Ilyas bertemu mandor kebun, saya dipanggil Pak Ilyas dan mengatakan hasil pertemuan dengan mandor kebun, ada 2 pilhan diberikan ke saya, pertama  kalau memang tidak mau kerja mundur, kedua kalau mau kerja saya harus buat surat pernyataan, isi surat pernyataan kapan saya mangkir (bolos kerja) langsung mundur, setahu saya isi surat pernyatan yang disodorkan itu melanggar, masa disuruh tulis pernyataan disuruh mundur? makanya surat pernyataan yang saya buat, redaksinya saya rubah, kalau tidak masuk kantor, saya siap disanksi sesuai aturan berlaku,” jelasnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Moh Arif menegaskan akan mengawal kasus PHK ini sampai tuntas.

“Ada mekanisme yang mengatur, kami terima laporan dulu, panggil pihak perusahaan kita arahkan musyawarah internal, kalau keduanya ngotot atau tidak, baru menempuh proses hukum, kami nakertrans siap membantu persoalan ini sampai selesai,” kata Kabid Penempatan Tenaga Kerja Moh Arif rabu kemarin di kantornya.

Terpisah bagian Humas PT LTT Sudarman yang dikonfirmasi membenarkan bahwa Marianus telah di PHK.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas