Home Sulteng

Vaksinasi Gagal, Jika Tak Selesai dalam 12 Bulan

dr Jumriani Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Jumriani: Sudah 100 Ribu Dosis Vaksin Masuk Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Sistem kekebalan tubuh terhadap Covid yang dihasilkan dari vaksinasi Covid-19 ternyata hanya bisa bertahan selama 12 bulan. Setelah itu, akan kembali seperti biasa.

Sebagai upaya agar program vaksinasi Covid-19 berjalan efektif, maka pelaksanaan vaksinasi harus diselesaikan pada Desember mendatang atau 12 bulan kedepan.

“Desember sudah harus terselesaikan semua karena antibodi yang terbentuk dalam tubuh kita tidak akan bertahan selamanya. Dia (vaksin) mempunyai jangka waktu, kemungkinan hanya 12 bulan. Kalau dalam 12 bulan itu kita belum tervaksinasi maka akan gagal,” beber Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sulteng, dr Jumriani Yunus saat pertemuan jajaran Kadis Pendidikan se-Sulteng via zoom meeting, baru-baru ini.

Dia mengharapkan bagi masyarakat yang telah dipanggil untuk melakukan vaksinasi harus hadir. Kata Jumriani, tidak akan semua masyarakat menerima vaksin, hanya sekitar 70 persen atau sekitar 181 juta penduduk.

“Hanya 70 sampai 80 persen penduduk yang harus divaksin, jadi kalau dikali dua, sekitar 362 juta dosis yang harus kita lakukan vaksinasi sampai dengan Desember 2021. Makanya kita harus cepat melakukan vaksinasi supaya cepat terbentuk antibodi, utamanya bagi masyarakat Sulawesi Tengah,” ucap Jumriani.

Jumriani mengungkapkan sudah 100 ribu dosis vaksin Covid-19 masuk ke Sulawesi Tengah.

“50.000 ribu dosis sudah terpakai untuk vaksinasi nakes (tenaga kesehatan),” ungkap Jumriani.

Dia mengatakan sisa 50.000 ribu dosis digunakan tahap kedua dengan sasaran 25.000 jiwa terdiri atas petugas pelayan publik seperti aparatur, guru-guru, dan TNI/Polri yang saat ini sementara berlangsung.

“Tahap kedua sisa vaksin untuk Provinsi Sulteng bagi petugas pelayan publik, yang lansia belum,” ujar Jumriani.

Disebutkan, vaksinasi bagi pelayan publik harus selesai paling lambat Juni mendatang. Diupayakan semua dosen, guru, dan para tenaga pendidik juga sudah harus tervaksinasi agar pembelajaran tatap muka dibuka.

“Karena sudah direncanakan membuka sekolah secara offline (tatap muka), kita harus lebih dahulu mengamankan tenaga pengajar yang akan melakukan kegiatan belajar-mengajar di sekolah,” ucapnya.

Menurut mantan Plt Kepala Dinkes Provinsi Sulteng itu, vaksinasi tahap III akan berlangsung pada Juli sampai Desember. Ini mengikuti jadwal pendistribusian vaksin secara nasional, termasuk untuk Sulteng.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas