Home Donggala

Jelang POPDA, Dispora Sulteng Gelar Rakor

14
ILUSTRASI - Salah satu cabor yang dipertandingkan dalam arena POPNAS adalah taekwondo. (Foto: Ist)
  • Kasman Lassa Minta Altlit Legendaris dihadirkan di POPDA

Donggala, Metrosulawesi.id – Jelang pekan olahraga daerah pelajar daerah (POPDA) Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah,  melalui Dinas Pemuda dan  Olahraga,  menggelar rapat kerja dengan Dispora Se-Sulawesi Tengah,

Raker yang dilaksanakan Senin (15/3/2021) di Aula Ksiromu itu dihadiri selain dihadiri para Kepala Dinas Olah Raga se Sulteng, hadir pula Bupati Donggala, Kasman Lasssa, Ketua KONI  Propinsi H. Anwar Ponulele.

Kepalda Dispora Sulteng, Irvan Aryanto dalam sambutan pembukaan menuturkan, frapat kerja jajaran Dispora secara bergilir di kabupaten dan kota, dilakukan sebagai upaya untuk menjalin silaturahim, agar supaya  bisa saling membagi sharing pengalaman, dengan kabupaten-kabupaten yang ada di Sulawesi Tengah.

Dikatakan Irvan,  pelaksanaan POPDA tahun 2021 merupakan ajang untuk persiapan pekan Olahraga Nasional tahun 2021.

“Pekan olahraga nasional akan dilaksanakan di Sumatera, POPDA ini sebagai ajang seleksi unutk mewakili Sulteng di POPNAS Sumatera. Di POPNS nanti sumtra akan mempertandingkan 6 cabor diantaranya, renang, voli pasir, karate, taekwondo, judo dan silat,’’ jelas Irvan.

Di tempat yang sama Ketua KONI Sulteng, H. Anwar Ponulele, mengatakan selaku Ketua KONI Sulteng menyampaikan ucapan terimakasih atas inisiatif Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Propinsi Sulawesi Tengah, bersama Bupati Donggala dan seluruh jajarannya selaku tuan rumah bahwa siap akan melaksanakan kejuaraan tersebut.

Terkait dengan olahraga pelajar tersebut, Anwar mengungkapkan,   tidak langsung ditangani oleh KONI Provinsi atau Koni Kabupaten. Karena Undang-Undang nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional sudah ada dibagi tugas-tugas yang menangani masalah olahraga.

Hal itu menjadi ruang lingkup olahraga yang dibagi menjadi tiga yaitu olahraga pendidikan, olahraga rekreasi dan olahraga prestasi.

“Jadi kalau kita melihat ruang lingkup ini masuk dalam klasifikasi olahraga pendidikan,” jelasnya.

“Untuk itu melalui POPDA ini,  yang berprestasi itu akan muncul dan mendapatkan rengking di daerah maupun rengking nasional, setelah itu baru ditampung oleh cabang-cabang olahraga dan langsung dibina oleh cabang-cabang olah raga yang bersangkutan”  bebernya.

Sementara itu,  Bupati Donggala, Kasman Lassa, dalam sambutannya mengatakan  kegiatan POPDA yang sebentar lagi akan dilaksanakan, jangan hanya memikirkan atlit yang masih produktif, tetapi harus memikirkan juga atlet legendaris.

Dimana pada masanya sudah mengharumkan nama Provinsi Sulawesi Tengah. Untuk itu sekarang atlit lengendaris tersebut harus diperhatikan  dan juga didata kemudian diundang dan diadakan pertemuan.

“Kita harus peduli dengan mereka apa lagi dimasa Pandemik Covid-19 sekarang ini, yang membuat ekonomi menjadi susah, hal ini merupakan salah satu upaya yang kita lakukan dalam pertemuan ini, walaupun kita ketahui bahwa mereka sudah tidak lagi produktif,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli

Ayo tulis komentar cerdas