Home Ekonomi

Cegah Stunting, Bulog Galakkan Kampanye Beras Fortivit

15
Aan As Arri Wijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Saat ini untuk pemenuhan gizi dari ibu hamil dan balita guna mencegah penyakit stunting, Perum Bulog melalui Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah ikut menggalakkan kampanye gerakan memerangi stunting.

Kepala Bidang Komersial, Bulog Kanwil Sulteng Aan As Arri Wijaya mengatakan bahwa hal itu masih sangat diperlukan agar dapat menghindarkan stunting kelainan yang telah menjadi perhatian organisasi-organisasi kesehatan dunia.

“Hal itu kemudian mendasari Bulog, dengan inovasi menghadirkan beras dengan sejumlah kandungan gizi komplet untuk dijajakan kepada masyarakat. Ini juga wujud dari kami dalam memerangi stunting,” katanya usai dihubungi Metrosulawesi, Selasa (16/3/2021).

Aan menjelaskan kandungan yang terdapat pada beras Fortivit diantaranya, zat besi (Fe), asam folat, vitamin A, vitamin B1, vitamin B3, vitamin B6, vitamin B6, vitamin B12. Selain itu, pihaknya juga terus menawarkan beras ini kepada masyarakat dan memperkenalkan ke pemerintah daerah.

“Kami dari Bulog punya solusi atas kebiasaan masyarakat yang enggan memperhatikan asupan makanan. Hanya dalam satu makanan pokok kita (beras) yang pasti di konsumsi, maka masyarakat akan mendapat nutrisi sempurna yang dibutuhkan tubuh untuk berkembang,” katanya.

Ia juga menjelaskan Bulog saat ini intens melakukan koordinasi dengan sejumlah pemerintah kota dan kabupaten untuk menjadikan Fortivit masuk sebagai program penanganan stunting daerah.

“Kita juga menyasar ibu hamil dan balita, yang memang menjadi fokus dari stunting. Dengan pemenuhan gizi pada balita dan ibu hamil kami menghadirkan beras bergizi atau beras Fortivit yang telah dipasarkan di Sulteng,” jelasnya.

Disebutkan, Stunting merupakan salah satu fokus penanganan pemerintah hingga kini. Penderita stunting mengalami kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan yang berakibat pertumbuhannya menjadi kerdil atau memiliki postur tidak ideal dimasa akan datang.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas