Home Olahraga

Atlet Pordasi Sulteng Minim Dukungan Dari Pemda

28
Ketua Pordasi Sulawesi Tengah, Anjas Lamatata.(Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id Di ajang National Horseback Archery & on Ground Archery Competition yang diselenggarakan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) pekan lalu di Jakarta, telah berakhir. Kontingen Sulawesi Tengah belum menujukkan prestasi yang diharapkan.

Atlet Sulteng yang berlaga di ajang nasional tersebut, tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. 

Perwakilan Pengurus Pordasi Pusat asal Sulteng, Imam Safaad, S. Kom mengungkapkan kendala para atlet yang berlaga di iven tersebut adalah persoalan fasilitas. Dimana kurangnya keterlibatan pemerintah daerah dalam hal ini sehingga membuat pencapaian tidak maksimal.

“Karena tidak adanya fasilitas pendukung, maka kita Sulawesi Tengah hanya mendapat peringkat ke empat. Apalagi ditambah dengan kekuatan kuda kita kurang cepat hingga poinnya tidak bisa bersaing dengan lawan yang lainnya di tingkat nasional,” ungkapnya, Senin 15 Maret 2021.

Olehnya, ia menyimpulkan, selain faktor kuda sampai saat ini tempat latihan para atlet Pordasi di Sulteng juga harus menjadi prioritas utama. Untuk itu, diharapkan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong pengembangan dan pembinaan atlet berkuda.

“Harapan kita bersama kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) serta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Tengah harus hadir dalam rangka untuk memberikan satu jalan bagi atlet Pordasi khususnya komisi Horseback Archery ke tingkat nasional,” pintanya.

Hal yang demikian juga diungkapkan Ketua Pordasi Sulawesi Tengah, Anjas Lamatata. Menurutnya, perhatian besar daerah sangat penting dibutuhkan guna sebagai peningkatan prestasi para atlet khususnya cabang olahraga berkuda.

“Nama atlet yang kami utus ke sana pada ajang National Horseback Archery & on Ground Archery Competition ialah Ustad Haris Magribi dan Iswan Suprapto. Alhamdulillah, walaupun dengan keterbatasan anggaran mereka berdua bisa mewakili Sulteng,” ungkap Anjas.

Anjas menceritakan ketika atlet Pordasi akan diberangkatkan ke Jakarta ada sedikit menemui kendala yang salah satunya persoalan mengenai biaya. Namun, sebagai ketua Pordasi dirinya mengambil keputusan untuk menanggulangi semua keperluan atlet selama berada di kejuaraan tersebut.

“Karena adanya keterlambatan pencairan dana kemarin, maka saya selaku ketua berinisiatif menanggung biaya mereka dengan harapan nantinya bisa diganti oleh pemerintah daerah. Kami maklumi keadaan pemerintah sekarang dalam mengatasi corona. Kalau Kabupaten Parigi Moutong setidaknya ada dorongan dari Ketua Koni di sana,” tuturnya.

Anjas Lamatata juga mengatakan bahwa, Pordasi Sulteng kembali mengirimkan atletnya atas nama Haris Magribi dan Habib idrus al idrus untuk berkompetisi diajang Horseback Archery yang pertandingannya diadakan di pesantren Al Fatah Temboro, Kabupatem Magetan, Jawa Timur.

Sementara itu, Iswan Suprapto selaku Atlet Pordasi Kabupaten Parigi Moutong yang mewakili Sulteng di kejuaraan tersebut menambahkan kompetisi di Jakarta sebagai ajang silaturahmi bagi atlet Pordasi Parigi Moutong yang masih terbilang baru di provinsi.

“Alhamdulillah kami memetik pengalaman dan ilmu dari peserta seluruh nusantara.

Karena iven itu terdapat peserta dari  provinsi lain yang hebat dan semoga ini menjadi motivasi bagi kami Pordasi Sulteng untuk lebih baik lagi menata organisasi serta membimbing para atlet

Iswan Suprapto juga mengajak para pemanah tradisional atau horse back yang ada di wilayah Sulawesi Tengah untuk bergabung di Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) di tingkat kabupaten/kota di Sulteng.

Reporter: Djunaedi – Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas