Home Sulteng

AMAN Sulteng Terus Dorong Perda Pengakuan Masyarakat Adat

28
Asran DG Patompo. (Foto: Dok)
  • Gelar Bakti Sosial Peringati HUT Ke-22 AMAN dan HKMAN

Palu, Metrosulawesi.id – Hari ini, 17 Maret 2021, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) genap berusia 22 tahun, sejak terbentuk pertama kali pada 17 Maret 1999. Ini bersejarah bagi para pemimpin masyarakat adat di seluruh penjuru tanah air, karena hari kalahiran AMAN merupakan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN).

Memperingati kedua momen itu, pemimpin dan masyarakat adat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) di berbagai region di tanah air, termasuk di Sulawesi Tengah, menghelat berbagai kegiatan. Peringatan HUT ke-22 AMAN dan HKMAN  kali ini mengusung tema “Tetap Tangguh di Tengah Krisis”.

“Peringatan hari terbentuknya AMAN dan HKMAN akan dihelat serentak secara nasional oleh seluruh masyarakat adat nusantara. Secara nasional, tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa apa yang selama ini yang kita telah perjuangkan adalah benar dan baik,” ungkap Asran Dg Patompo, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Tengah kepada Metrosulawesi, Selasa, 16 Maret 2021.

Dia mengatakan, masyarakat Adat yang bertahan di tengah tengah krisis yang sedang berlangsung saat ini  adalah  yang masih menjaga keutuhan wilayah adat, setia menjalankan nilai-nilai dan praktek luhur nenek moyang kita. Menurutnya, masyarakat adat beserta wilayah adatnya yang masih bertahan sebagai sentral produksi dan lumbung pangan telah terbukti mampu menyelamatkan warga masyarakat adatnya, sesama kelompok masyarakat adat, bahkan menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman krisis pangan.

Joko Sunarto. (Foto: Dok)

“Sejak terbentuk 22 tahun yang lalu, apa yang kita kerjakan tidak lain adalah mewujudkan kepedulian kita terhadap masyarakat adat yang ada di berbagai daerah di Sulawesi Tengah,” urainya.

Kata Asran, di Sulawesi Tengah, fokus perjuangan mereka adalah adanya pengakuan negara dalam hal ini pemerintah terhadap masyarakat adat. Pengakuan itu, sedianya dapat diwujudkan dengan penguatan melalui regulasi, peraturan daerah (Perda) atau SK penetapan terhadap pengakuan masyarakat adat.

“Di Sulteng, kita inginkan semua pemerintah daerah bisa memberikan pengakuan terhadap masyarakat adat. AMAN Sulteng akan mendorong semua daerah untuk memberikan pengakuan terhadap masyarakat adat,” terangnya.

Dia menguraikan, di Sulteng, baru di Kabupaten Sigi yang oleh pemerintahnya telah mengeluarkan Perda terhadap pemberdayaan masyarakat Adat. Untuk Kabupaten Poso, baru dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah. Dan terhadap Ranperda itu, AMAN akan terus mendorong agar Pemerintah Poso bisa segera menindaklanjuti Ranperda mengenai pengakuan terhadap masyarakat adat itu untuk menjadi Perda.

“Karena Poso ini juga terkenal dengan masyarakat adatnya. Sementara itu, untuk Sulteng sendiri, kami sudah sempat berkomitmen dengan Gubernur Terpilih Rusdi Mastura agar ke depan di Sulteng ada Perda terkait pengakuan terhadap masyarakat adat. Jadi di momen peringatan AMAN dan HKMAN ini, itulah harapan dari AMAN Sulteng,” tegas Asran sapaan akrabnya.

Secara nasional, kata dia, AMAN pusat dan AMAN yang berada di beberapa region di tanah air mengharapkan Negara RI di tahun ini bisa mengeluarkan aturan perundang-undangan mengenai pengakuan terhadap masyarakat adat.

Kata dia, inti perjuangan dibalik peringatan HKMAN adalah menuntut pengakuan negara terhadap masyarakat adat, karena  sejak merdeka, negara selalu abai terhadap masyarakat adat di seluruh nusantara.

Sementara itu, Dewan Region Sulawesi, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Organisasi Sayap AMAN, Joko Sunarto yang didampingi Ketua BPAN Sulteng,  Delsius, mengatakan ada beberapa kegiatan peringatan HKMAN yang akan dilaksanakan di Sulteng khususnya di Kota Palu, ada beberapa, salah satunya adalah bakti sosial  yakni pemberian bantuan pangan kepada masyarakat yang layak menerima.

“Bantuan ini adalah hasil dari masyarakat adat nusantara yang ada di Sulteng. Sasaran pemberian bantuan itu kepada masyarakat adat yang ada di beberapa tempat di Kota Palu. Pada dasarnya, kegiatan besok (hari ini, red) lebih mewujudkan kepedulian kami terhadap masyarakat adat,” tandasnya.

Reporter: Sudirman
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas