Home Sulteng

25 Titik Sesar Palu Koro Diharap Jadi Desa Wisata

12
I Nyoman Sriadijaya. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, I Nyoman Sriadijaya mengharapkan sebanyak 25 titik Sesar Palu Koro yang tersebar di sejumlah desa bisa menjadi tempat wisata.

I Nyoman mengatakan, Sulteng miliki tiga potensi geopark diantaranya sesar Palu Koro, Danau Purba Tektonik Poso, dan lempeng dasar laut anjakan Batui.

“Hanya saja sekarang ini yang sudah dilakukan soalisasi, kemudian kajian teknis, adalah sesar Palu koro. Dan potensi geopark sesar Palu Koro ini sudah diusulkan ke Kementerian ESDM untuk ditetapkan sebagai warisan geologi nasional,” kata I Nyoman, di ruang kerjanya, baru-baru ini.

I Nyoman mengatakan, potensi geopark Sesar Palu Koro berada di 25 titik mulai dari Pantai Barat, Pantai Bambaranu, Mamboro, Talise, Jalan Diponegoro, sampai ke Kulawi dan lainnya. Olehnya itu diharapkan semua desa yang memiliki potensi geopark ini agar dipercepat menjadi desa wisata.

“Maka dari itu kami dari Dispar Provinsi mengharapkan agar kabupaten dan kota yang terkait dengan pelintasan sesar Palu Koro, seperti Kadispar Donggala bisa mempercepat dan mendorong masyarakat yang ada di sekitarnya untuk membentuk desa wisata. Begitupun yang di Kota Palu serta Kabupaten Sigi,” jelasnya.

Menurut I Nyoman, dengan terbentuknya desa wisata di 25 titik Sesar Palu Koro itu, dapat mempercepat proses ditetapkannya sebagai geopark nasional.

Selain itu kata I Nyoman, potensi geopark danau purba tektonik Poso baru dilakukan sosialisasi, yang seharusnya didorong lagi jika tidak pademi Covid-19 mereka sudah lakukan kajian penyusunan dosir, dan mengusulkan Kementerian ESDM, begitu juga Kabupaten Banggai diharapkan potensi geopark anjakan Batui sudah mulai disosialisasikan, sebab banyak masyarakat tidak tau bahwa itu memiliki potensi geologi.

“Banyak sekali di Desa berfikir bahwa desa wisata itu ada keindahan alam. Padahal juga dari kebiasaan hidup mungkin ada masyarakat bercerita apa menjadi story legend yang orang ingin datang ke suatu desa itu, atau kebiasaan unik yang masih dipertahankan, ini juga menjadi daya tarik disamping ekonomi kreatif,” ujarnya.

Oleh sebab itu, I Nyoman mendorong, Kadispar kab/kota agar mempercepat proses pembentukan desa wisata.

“Kementerian Pariwisata RI saat ini prioritasnya adalah desa wisata, membangun destinasi harus berbasis masyarakat. Jangan sampai ada destinasi kemudian masyarakatnya tidak dilibatkan, pasti tidak akan terwujud sapta pesonanya yakni keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keramahtamahan, dan kenangan,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas