Home Politik

Pilkada 2020, Bawaslu Sigi Tangani 34 Kasus

19
Ketua Bawaslu Sigi, Steni Marini Pettalolo memberikan penghargaan kepada salah satu Panwascam. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

Sigi, Metrosulawesi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sigi menangani 34 kasus pelanggaran selama tahapan Pilkada serentak 2020.

Dari kasus tersebut, 15 kasus diantaranya adalah penanganan pelanggaran pidana pemilu. Dari 15 kasus tersebut, terdapat 2 kasus selesai pada keputusan inkracht di pengadilan.

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Kabupaten Sigi, Steni Marini Pettalolo pada evaluasi pelaksanaan kegiatan tim Gakkumdu Bawaslu Kabupaten Sigi pada pemilihan serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng serta Bupati dan Wakil Bupati Sigi tahun 2020, disalah satu hotel di Kota Palu, Jumat, 12 Maret 2021 malam.

Steni Marini Pettalolo mengatakan, laporan yang terbukti melanggar langsung dilakukan penindaklanjutan.

“Tindak lanjut dari rekomendasi Bawaslu ini diberikan kepada lembaga atau instansi yang berwenang,” kata Steni pada kegiatan yang turut dihadiri, Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Petalolo, Kapolres Sigi, AKBP Yoga Priyahutama, perwakilan Kejaksaan Negeri Donggala serta Panwascam se Kabupaten Sigi.

Steni mengakui masih mengalami kekurangan saat melakukan kegiatan di sentra Gakumdu terkait penanganan pelanggaran pemilu, namun bisa diselesaikan dengan baik.

“Ini tentu berkat kerjasama dari tim sentra Gakumdu dimana di tim ini yang didalamnya ada unsur kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu Kabupaten Sigi,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo mengapresiasi khusus kepada Bawaslu Kabupaten Sigi karena telah berhasil dengan baik dalam melakukan proses penanganan terkait pelanggaran Pemilu.

Kata dia, keberhasilan kita adalah bagaimana meyakinkan pasangan calon bahwa kita sudah bekerja secara profesional, jujur, berintegritas, non diskriminasi, dan patut diterima sebagai proses yang memberikan keadilan.

Lanjutnya, keberhasilan dari sebuah lembaga tidak diukur dari banyak atau sedikitnya laporan, temuan atau putusan pengadilan inkracht terkait dengan tindak pidana pemilu.

“Tetapi putusan inkracht, ini juga menunjukkan bagaimana kerja kerja profesional kita didalam penanganan pelanggaran itu dilakukan,” ujarnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas