Home Ekonomi

Dispenda Uraikan Kebijakan PPnBM

Perwakilan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Gunawan (tengah) saat memaparkan terkait kebijakan relaksasi PPnBM pada acara peluncuran Wuling Confero S terbaru yang bertempat di Palu Grand Mall belum lama ini. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan menguraikan bahwa terkait dengan kebijakan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) yang saat ini telah diterapkan memiliki tiga tahapan.

Demikian disampaikan langsung oleh perwakilan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Gunawan pada acara peluncuran Wuling Confero S terbaru yang bertempat di Palu Grand Mall belum lama ini.

Disebutkan, tahap pertama dari PPnBM ialah penghapusan sebesar 100% mulai Maret hingga awal Mei 2021. Kemudian, selanjutnya tahap kedua yaitu terhitung Juni sampai dengan Agustus pemerintah memberikan relaksasi sekitar 50%.

“Dan yang terakhir adalah penghapusan 25% nanti pada saat bulan September hingga November mendatang. Di sini para konsumen bisa memilih kapan saatnya kita membeli mobil baru sesuai dengan promo yang dilakukan diler,” sebutnya.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang didapat produk Wuling Confero S terbaru menjadi salah satu kendaraan yang terkena penghapusan PPnBM. Dimana harga jual, lanjut dia, otomatis akan mengalami penurunan dari harga normalnya.

“Mungkin kalau tidak salah harganya turun berkisar antara Rp11 juta dan bahkan bisa lebih. Tadinya harga mobil Confero S yang senilai Rp219 juta pastinya turun menjadi Rp208 jutaan. Memang sangat luar biasa untuk kendaraan semewah ini,” ucapnya.

Artinya, kata dia, Wuling turut berandil besar dalam menghidupkan perekonomian Indonesia khususnya sektor otomotif. Seperti diketahui sejak 2019 hingga awal 2020, ekonomi dihadapkan dengan pandemi covid 19 atau virus corona.

“Sehingga pendapatan daerah maupun negara turun karena dampak pandemi. Salah satunya yang terimbas adalah industri otomotif yang kita bisa rasakan sendiri sampai saat ini penurunan mencapai 50%,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut juga merupakan tantangan bangsa Indonesia untuk membangkitkan geliat perekonomian yang dimulai dari kalangan menengah ke bawah. Dirinya berharap adanya relaksasi PPnBM bisa menaikkan daya beli masyarakat khususnya kalangan menengah ke atas

“Harapan kita semua semoga berjalan dengan lancar kebijakan pemerintah. Karena kita ketahui sendiri industri otomotif memiliki pekerja yang cukup banyak. Apabila misalkan mobil terjual dipasaran yang pasti masyarakat bawah akan merasakan manfaatnya,” ujarnya menambahkan.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas