Home Palu

Tak Ada Lagi Antrean Sampel Swab

19
Rudiyanto. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Alat PCR Labkes Tambah, Sehari Bisa Uji Sampai Ratusan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala UPT Laboratorium Kesehatan (Labkes) Dinkes Provinsi Sulteng, Rudiyanto, mengungkapkan saat ini tidak ada lagi antrean sampel swab Covid-19 di Labkes yang dipimpinnya.

“Sekarang tidak ada lagi antrean sampel karena alat PCR (Polymerase Chain Reaction) kita sudah ditambah di akhir tahun 2020,” ungkapnya di Palu, Jumat, 12 Maret 2021.

Dia menerangkan dengan penambahan alat PCR tersebut kini Labkes milik Pemprov Sulteng itu bisa menguji sampel swab hampir mencapai 500 perhari. Rinciannya dalam sekali running atau pengujian, alat PCR bisa menampung 94 sampel.

Dalam sehari, Labkes Provinsi Sulteng melakukan pengujian sampai lima kali sehingga total yang bisa diperiksa 470 sampel. Jumlah pengujian tersebut meningkat drastis dari awal beroperasi yang hanya 140 sampel perhari.

“Kalau awal-awal memang banyak sekali antrean sampel karena sehari hanya bisa menguji maksimal 140 sampel. Makanya lalu itu butuh waktu cukup lama menunggu hasil swab keluar,” ucap Rudiyanto.

Saat itu, masyarakat juga disebut sempat menyampaikan keluhan dengan lambatnya hasil swab keluar. Keterlambatan tersebut disebabkan banyaknya sampel yang harus diperiksa dengan alat PCR yang masih berkapasitas terbatas.

“Tapi memang masyarakat juga saat itu belum tahu proses uji lab mulai dari proses pengiriman sampai kami terima. Contohnya, ada dari Banggai Laut pada saat diswab tanggal 1 sudah dihitung dari sejak pengambilan sampel, padahal proses pengiriman sampai ke Palu membutuhkan waktu lagi. Nah, sampai di Labkes juga tidak langsung bisa diperiksa karena harus antrean dan ada serangkaian tahapan lagi. Ada sampel yang sudah masuk duluan makanya harus antrean, kecuali yang dalam kondisi darurat harus prioritas,” jelasnya.

Rudiyanto bersyukur dengan kapasitas alat PCR Labkes Sulteng yang saat ini cukup besar tidak ada lagi antrean. Sampel yang masuk pagi hari hasilnya bisa dikeluarkan paling lambat sore.

“Ini sangat kita syukuri karena lalu saya kadang harus menunggu hasil di kantor sampai tengah malam. Itu karena hasil pemeriksaan yang dikeluarkan petugas harus saya teken,” ujar Rudiyanto.

Dia menambahkan saat ini sampel swab yang masuk ke Labkes Sulteng juga sudah berkurang. Yang awalnya bisa mencapai ribuan sampel dalam sehari, kini yang masuk paling banyak seratusan.

“Sekarang ini kami keluarkan hasil sampel paling banyak rata-rata hanya sampai 100. Contohnya Rabu kemarin, hasil sampel yang kami keluarkan tinggal 72,” tandas Rudiyanto.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas