Home Donggala

PUPR dan DPRD Tolak Donasi dari Penyintas

17
GALANG DANA - Penyintas Desa Loli lakukan aksi penggalangan dana untuk membantu pemerintah agar bisa berkunjung ke Kementerian PUPR, Kamis 18 Februari 2021.(Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Serikat Loli Raya Mosiromu berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 4,544.000 dari aksi galang dana yang dilakukan sejak 18 Februari silam.

Dana yang terkumpul ini diberikan kepada Pemda Donggala untuk membiayai akomodasi tiket ke Jakarta bertemu dengan Kementerian PUPR mempertanyakan nasib penyintas di Desa Loli.

“Tadinya dana ini kami akan serahkan ke Pemda, ibu Hepy sebagai kepala dinas PUPR, dan ketua DPRD Takwin, tetapi mereka menolaknya, kata mereka akan menggunakan dana sendiri ke Jakarta,” kata Wiwin koordinator aksi,Minggu (14/3/2021).

Kata Wiwin, sebelum menyerahkan dana tersebut, ia meminta kepada Pemda untuk melakukan zoom meeting atau beraudiansi dengan kementerian PUPR, tujuannya agar ada kejelasan sebelum berangkat ke Jakarta.

“Permintaan kami diamini, dan kami sudah berdialog dengan Kementerian PUPR, hasilnya sama dengan pemerintah daerah tidak ada kejelasan,” sebutnya.

“Kementerian PUPR belum menerima dokumen lahan yang sudah dibeli pemda, yang ada hanya dokumen lahan wilayah Pantai Barat saja dan Kelurahan Ganti Kecamatan Banawa,” bebernya.

Ditambahkannya, karena sudah beraudiensi dengan Kementerian PUPR, maka rencana ke Jakarta Batal. Olehnya donasi yang terkumpul ini akan digunakan untuk dana juang.

“Karena batal ke Jakarta, kami Serikat Loli Raya menyimpan dana ini sebagai kas, atau untuk pembiayaan lain, misalnya untuk biaya aksi, biaya penggandaan data penyintas yang ada di Kabupaten Donggala,” tuturnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas