PENANDATANGAN MOU - Kadispar Sulteng, Drs I Nyoman Sriadijaya, didampingi Sekretaris Dispar Sulteng, saat foto bersama dengan Ketua LPPM Untad, Muhammad Rusydi, usai penandatanganan MOU, di ruangan pertemuan Dispar Sulteng, belum lama ini.(Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah. Kerjasama yang dibangun itu mengusung tema “Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan”.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulteng, Drs. I Nyoman Sriadijaya, mengungkapkan, dalam kerjasama ini terdapat beberapa program yang nantinya akan dilakukan, meliputi peningkatan kapasitas SDM, pengembangan Desa Wisata, dan peningkatan penelitian di bidang kepariwisataan.

“Kerjasama ini diharapkan terus berlanjut tiap tahunnya sehingga ada sinergitas antara dunia pendidikan dan pemerintahan,” kata I Nyoman, di Palu, belum lama ini.

Menurutnya, dari kerjasama ini banyak sekali yang bisa dikembangkan, salah satunya Sulteng memiliki Sesar Palu Koro, potensi Geo Park Danau Purba di Poso, dan Potensi Geo Park Anjakan Batui.

“Sekarang ini yang sudah dilakukan sosialisasi kajian teknis dan penyusunan dosir adalah sesar Palu Koro, dan hasil kajian dari Sesar Palu Koro sudah diusulkan ke Kementerian ESDM untuk ditetapkan oleh Warisan Geologi Nasional. Hanya saja dari Kementerian mengharapkan potensi Geopark Sesar Palu Koro ada 25 titik,” jelasnya.

Kata I Nyoman, 25 titik potensi geopark ini diharapkan untuk dipercepat menjadi Desa Wisata. Olehnya diharapkan Kadispar kabupaten/kota yang dilintasi Sesar Palu Koro seperti Sigi, Donggala, dan Palu bisa mendorong masyarakat sekitarnya untuk membentuk Desa Wisata, sehingga dapat mempercepat Sesar Palu Koro menjadi Geopark Nasional.

“Olehnya itu kami sangat harapkan mahasiswa Untad ketika turun KKN menjadi inisiator dalam mengerakkan Karang Taruna, Risma di sebuah desa yang mereka tempati untuk mengidentifikasi apa potensi wisata, sehingga dapat melahirkan Kelompok Sadar Wisata,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua LPPM Untad, Muhammad Rusydi mengatakan, dengan adanya kerjasama ini dapat mendorong peneliti-peneliti Untad untuk melakukan riset kepariwisatan dalam menunjung program-program yang ada di Dinas Pariwisata Sulteng.

“Adapun pengembangan Desa Wisata nantinya akan diintegrasikan dengan program penelitian dan pengembangan desa yang telah dibangun di Universitas Tadulako, sehingga dengan kolaborasi ini nantinya dapat memajukan dunia pariwisata yang ada di Sulawesi Tengah,” ujarnya.

Penadatangan nota kesapahaman ini di hadiri oleh seluruh jajaran pimpinan Dinas Pariwisata Sulteng, serta jajaran pimpinan LPPM, yakni Sekretaris LPPM, Ramlan, Koordinator dan Sub Koordinator serta seluruh Pusbang LPPM.

“Semoga dengan kerjasama ini Universitas Tadulako dapat memberikan kontribusi terhadap dunia pariwisata di Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas