Home Banggai

Komunitas Adat Ancam Gugat Perusahaan

29
Rahmat Djalil. (Foto: Istimewa)

Banggai, Metrosulawesi.id – Rencana investasi pengelolaan nikel di wilayah Kecamatan Masama, Kabupaten Banggai kembali memasuki babak baru. Masyarakat yang tergabung dalam komunitas adat Andio Masama mengkritik terkait sejumlah perusahaan tambang nikel yang direncanakan akan berinvestasi di kecamatan Masama,Kabupaten Banggai.

Ketua Adat Andio Masama Rahmat Djalil ditemui sebelum terbang ke Jakarta Selasa ( 9/3/2021) mengaku proses tata cara penyampaian saran pendapat dan tanggapan diatur dalam keputusan Kepala Bapedalda Nomor 8/2000 tentang Keterlibatan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi dalam proses AMDAL.

Namun, kata dia sesuai sosialisasi rencana perusahaan PT Bumi Persada Surya Pratama dan PT Bank Mandiri Pratama yang dilakukan bulan lalu di Desa Eteng  cenderung hanya sebatas seremonial saja.

Dia menilai itikad baik perusahaan guna mensosialisasikan dan konsultasi publik secara terbuka dan transparansi sesuai aturan Permen Lingkungan Hidup RI Nomor 17 tahun 2012, tentang keterlibatan masyarakat dalam proses analisis mengenai dampak lingkungan hidup dan izin lingkungan diabaikan.

Ditegaskan, semua penyusunan AMDAL dan izin lingkungan tentunya mempunyai mekanisme aturan harus berproses secara hukum sesuai peraturan jika saja Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Lingkungan Hidup dan komisi penilai AMDAL tetap menerbitkan surat keputusan kelayakan lingkungan sebagai syarat dalam pengajuan izin lingkungan dan IUP operasi produksi. Pihaknya akan melakukan gugatan secara hukum dan melaporkan sejumlah indikasi pelanggaran pidana yang dilakukan oleh pihak perusahaan dalam proses kelengkapan dokumen lingkungan. Untuk itu, Rahmat menunggu sikap pemerintah daerah jika memaksakan menerbitkan kelayakan lingkungan maka pihak komunitas masyarakat adat akan menggugat.

‘’Kami juga akan mempidanakan perusahaan yang dalam melengkapi berkas-berkasnya banyak yang dimanipulasi,” tegas ketua adat Andio itu.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas