Home Palu

Ketika Siswa SMA Bercerita tentang Museum Sulteng

14
BERCERITA - Salah satu siswa saat tampil dalam lomba bercerita tentang museum yang digelar UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, pekan lalu (10/3). (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)

Palu, Metrosulawesi.id – Mengajak masyarakat khususnya kalangan siswa untuk lebih mengenal tantang museum dapat dilakukan dengan berbagai cara. Seperti dilakukan UPT Taman Budaya dan Museum Provinsi Sulawesi Tengah dengan menggelar Lomba Bercerita Tentang Museum Tahun 2021.

Lomba digelar pekan lalu (10/3) di halaman UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng diikuti puluhan siswa SMA se Kota Palu. Para peserta menceritakan pengalamannya berkunjung ke museum. Sebelumnya para siswa memang pernah mengunjungi museum saat UPT Dinas Dikbud Sulteng itu menggelar pameran beberapa waktu lalu lalu. 

Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 di, kunjungannya bergiliran setiap sekolah. Hasil kunjungan itulah yang diceritakan para siswa dalam lomba bercerita tentang museum. Hasil kunjungan itu juga dinarasikan dalam naskah mereka. Namun naskah itu tidak dibacakan saat mereka mengikuti lomba.

Pantauan koran ini cerita yang disampaikan peserta lomba mengandung ajakan kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk mengenal museum Sulteng. Dengan mengunjungi museum banyak pengetahuan yang didapat. Misalnya tentang sejarah Palu beserta para Magau atau raja-raja pada zaman dahulu.

“Museum memberi pengetahuan tentang sejarah Sulawesi Tengah. Kita dapat mengenal tentang benda-benda peninggalan masa lalu, seperti patung Palindo, Tai Ganja yang melambangkan kesuburan, dan benda-benda bersejarah lainnya,” kata salah seorang peserta lomba. 

Peserta lainnya mengajak generasi muda untuk memanfaatkan keberadaan Museum Sulteng.

“Isi waktu dengan mengunjungi museum, karena dapat menumbuhkan rasa nasionalisme. Bukan hanya nongkrong yang tidak bermanfaat. Ingat pesan Presiden Soekarno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” kata siswa lainnya. 

Lomba itu sandiri berlangsung menarik dan tak jarang mengundang tawa penonton. Itu karena peserta tampil bergaya stand up comedy. Yang menarik lainnya adalah adanya idiom atau istilah bahasa Kaili yang disampaikan peserta. Ini memang sesuai dengan upaya UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng yang menggalakkan bahasa Kaili di kalangan siswa.

Lomba bercerita tentang museum dibuka oleh Kepala UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Dr Sri Ramlah Sari. Dia mengatakan UPT yang dipimpinnya merupakan lembaga yang memiliki fungsi edukatif kultural. Museum dapat memberi manfaat bagi orang yang mengunjunginya, yakni mengetahui identitas budayanya, mengetahui asal-usul mereka, perubahan kebudayaannya, pengetahuan tentang hubungan masa lampau dengan masa kini, serta menjadikan pengetahuan itu untuk menyongsong masa depan. 

“Karena itulah museum secara teknis operasional dapat memberikan kontribusi dalam segala aspek kehidupan, termasuk aspek ilmu pengetahuan, aspek sejarah dan budaya,” kata Sri Ramlah Sari. 

Dia mengatakan lomba bercerita tentang museum menjadi media strategis dalam pengenalan tentang museum, dan menjadi media komunikasi yang mampu mentransfer nilai-nilai luhur, khususnya pesan edukatif kultural kepada kalangan pelajar.

“Semoga melalui lomba ini dapat mengintrospeksi dan mengevaluasi sejauh mana pemahaman dan kepedulian kita terhadap nilai-nilai luhur tentang kebudayaan daerah dalam rangka meningkatkan semangat kebangsaan, karakter bangsa Indonesia yang kuat dan ketahanan budaya,” katanya.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas