Home Sulteng

Rencana Impor Beras, Petani Tolitoli Gelisah

11
ILUSTRASI - Beras yang dijual di salah satu pasar tradisional. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Wakil ketua I DPRD Tolitoli, Jemmy Yusuf mengungkapkan, petani di daerah itu gelisah menyusul rencana pemerintah melakukan impor beras.

“Ini membuat kegelisahan kepada petani kita di Kabupaten Tolitoli yang  diwakili perwakilan  Perpadi kita,” ungkap Jemmy Yusuf saat memimpin rapat dengar pendapat (RDP) di ruang sidang Suwir Lipakat, Jumat (12/3/2021).

RDP ini berkaitan estimasi konsumsi beras masyarakat pasca panen padi dan peran Bulog menjaga buffer stok pangan daerah. Jemmy Yusuf menjelaskan, berdasarkan hasil rapat, diketahui stok beras di Bulog saat ini sangat tersedia.

Karena itu, RDP ini dilaksanakan salah satunya terkait rencana pemerintah mencanangkan Bulog stok pangan nasional untuk mencukupkan kurang lebih 1,5 juta ton.

Jemmy Yusuf mengatakan, saat musim tanam Oktober-Maret 2020 kemudian di Januari telah masuk masa panen. Pada panen Januari 2021 hasil panen terserap baik ke masyarakat Kabupaten Tolitoli.

“Hasil panen yang kita antisipasi saat ini adalah panen di bulan Maret-April. Pada panen minggu ke-3 bulan Maret, maka kita sudah memiliki stok di penggilingan berada  di angka 300 ton,” ujarnya kepada Forum RDP.

“Tentunya kami berharap agar teknis semua sektor dapat bersinergi, agar produksi beras petani dapat terserap oleh Bulog Sub Divre III Tolitoli dan pengadaan beras bantuan sosial oleh Dinas Sosial,” jelasnya.

Dalam RDP bersama unsur pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, turut dihadiri Kepala Dinas Sosial,Kepala Dinas Tanaman pangan dan holtikultura, Perum Bulog Subdivre III Tolitoli, dan persatuan penggiling padi ( Perpadi) sulawesi tengah.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas