Home Sulteng

Penderita Diabetes-Jantung Bisa Divaksin

21
dr Jumriani Yunus. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • dr Jumriani: Belum Ada Laporan Gejala Berat Pascavaksinasi

Palu, Metrosulawesi.id – Kabar baik bagi masyarakat penderita penyakit diabetes dan jantung. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, mengungkapkan penderita diabetes dan jantung kini bisa menerima vaksinasi Covid-19.

“Kalau lalu tidak bisa, tapi setelah dilakukan uji klinis terbaru ternyata vaksin masih bisa diberikan kepada penderita beberapa penyakit dengan tekanan darah sampai 180/120,” ungkap Jumriani saat menjadi narasumber pertemuan para kepala dinas pendidikan se-Sulteng secara virtual di Palu, Rabu, 10 Maret 2020.

“Kita sudah memberikan vaksin kepada pengidap penyakit jantung dan diabetes (DM) yang penting rutin makan obatnya. Setelah divaksin mereka tidak merasakan dampak lain,” tambahnya.

Dia mengatakan berdasarkan uji klinis tersebut pula para lansia (lanjut usia) juga bisa bisa menerima vaksin. Vaksin yang diberikan kepada yaitu sinovac yang diproduksi Biofarma dengan bahan-bahannya dari China.

Kata dia, masyarakat tidak perlu ragu lagi menerima vaksin Sinovac, termasuk pengidap komorbid (penyakit penyerta). Dinkes Provinsi Sulteng secara kelembagaan akan bersurat kepada seluruh rumah sakit, Puskesmas dan pusat-pusat pelayanan kesehatan agar tak ragu memberikan vaksin kepada masyarakat dengan penyakit penyerta.

Bagi petugas vaksinasi atau vaksinator yang masih ragu memberikan vaksin kepada masyarakat pengidap penyakit tertentu disarankan menghubungi dirinya. Namun dia mengingatkan untuk penderita auto imun dan kanker belum direkomendasikan untuk menerima vaksinasi.

Menurut Jumriani, sampai saat ini belum adanya laporan gejala sedang dan berat pascavaksinasi di daerah ini. Dikatakan vaksinasi virus corona sudah berlangsung di Sulteng mulai 14 Januari 2021.

“Belum ada laporan gejala sedang dan berat, yang ada hanya keluhan lapar dan mengantuk. Laporan paling gatal-gatal tapi setelah diberikan obat sudah teratasi, mungkin karena alergi,” kata Jumriani.

Jumriani mengaku pihaknya terus berinovasi untuk mempercepat capian sasaran vaksinasi. Direncankanan di setiap tempat keramaian akan dilakukan vaksinasi sebagai inovasi untuk mendukung target nasional 1 juta vaksinasi setiap hari. Sulawesi Tengah disebut telah menerima 50.000 dosis vaksin Sinovac yang telah didistribusikan kepada kabupaten/kota di daerah ini.

“Sudah terbukti dari uji klinis, vaksin ini aman, masyarakat tak perlu ragu. Masyarakat harus melakukan vaksinasi agar kita aman beraktivitas di luar. Tapi saya mengingatkan bagi yang sudah menerima vaksin harus tetap mematahi protokol kesehatan 3M plus 2M karena di luar masih banyak masyarakat yang belum divaksin,” tandas mantan Plt Kepala Dinkes Provinsi Sulteng itu.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas