Home Sulteng

Pemprov Terima CPCL Kampung Hortikultura

25
Trie Iriany Lamakampali. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng, Trie Iriany Lamakampali, mengungkapkan pihaknya sudah menerima usul Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) program Kampung Hortikultura.

“Alhamdulillah, sudah mulai masuk CPCL dari kabupaten yang sesuai kriteria, norma, dan syarat yang harus dipenuhi,” ungkap Trie, Kamis, 11 Maret 2021.

Dia mengatakan usul CPCL tersebut akan diteruskan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI. Itu karena Kampung Hortikultura merupakan program yang digagas oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo.

“Kami meneruskan saja karena program Kampung Hortikultura bantuan langsung dari pusat,” ucap Trie.

Trie memperkirakan pelaksanaan program tersebut berlangsung mulai triwulan kedua pada April-Juni. Sebab dalam periode triwulan satu ini telah dilakukan pemangkasan anggaran untuk program prioritas yang mendesak.

Sebelumnya diberitakan, Sulawesi Tengah (Sulteng) ikut melaksanakan program kampung hortikultura berskala ekonomi. Program Kampung Hortikultura akan menyasar delapan kabupaten kota di wilayah Provinsi Sulteng.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulteng, Ir Muhidin MM, mengungkapkan delapan kabupaten/kota tersebut yaitu Sigi, Donggala, Morowali, Tolitoli, Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan, dan Kota Palu. Kampung hortikultura fokus ke komoditas bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, sayuran daun, buah naga, manggis, durian, dan lainnya. 

“Khusus Kota Palu fokus komoditas bawang putih yang diusulkan di Salena, Kelurahan Buluri. Saat ini kalau untuk durian, Sulawesi Tengah sudah ekspor melalui Surabaya ke Jakarta,” ungkap Muhidin kepada Metrosulawesi, Selasa, 16 Februari 2021.

Dia menjelaskan program ini tidak hanya bertujuan untuk menggenjot produksi tetapi juga termasuk menggerakkan perekonomian dan membuka lapangan kerja produktif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat meskipun di masa pandemi Covid-19.

Pemerintah disebut akan memberikan bantuan berupa bibit unggul, pupuk serta sarana pengendali OPT. Selain itu, akan diberikan pendampingan dan pembinaan mengenai penerapan good agriculture practice (GAP) dan good handling practice (GHP). Nantinya satu kampung hortikultura bisa dengan luas 10 sampai 20 hektare. Lahan tersebut disiapkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota.

“Nanti tiap satu Kampung Hortikultura akan mendapat bantuan minimal untuk 10 sampai 20 hektare. Kita berharap dengan adanya program ini dapat menciptakan sentra unggul komoditas hortikultura ke depannya, minimal untuk kebutuhan domestik,” ujar Muhidin.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas