H. Ansyar Sutiadi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi menyebutkan, dari puluhan guru yang mengikuti vaksinasi di Puskesmas terdekat dri sekolah, sekitar 40-50 persen tidak dapat divaksin karena alasan medis.

“Sementara tujuan kita untuk melaksanakan vaksinasi ini agar dapat mengurangi dampak penularan virus corona ketika kita membuka sekolah secara tatap muka,” kata Ansyar, melalui ponselnya, Kamis, 11 Maret 2021.

Olehnya itu Ansyar berharap, Dinas Kesehatan dapat melakukan langkah lain, sehingga para pendidik bisa tervaksin semua, sebab penyakit mereka rata-rata komorbid seperti diabetes, jantung, asma, dan lainnya.

“Sebab jika para pendidik ini tidak bisa semua divaksin, maka kami yakin ada sekitar 30 persen guru di sekolah itu yang mengajar tidak tervaksin. Ketika mereka tidak divaksin tentunya bisa saja kita ke depan belajar sebagian secara online dan sebagian offline,” ujarnya.

Ansyar meminta ada solusi dari pihak Dinas Kesehatan terkait peyakit komorbid, sehingga para guru yang tertunda itu bisa divaksin.

Salah satu contoh di SD Inpres 3 Birobuli, menurut Kepala Sekolahnya, Ramadhan, dari 25 guru yang akan mengikuti vaksinasi, hanya 15 guru yang dapat divaksin. Beberapa guru yang belum divaksin harus melakukan konsultasi dulu dengan Dokter, karena memiliki riwayat penyakit bawaan.

“15 guru kami telah selesai mengikuti vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Bulili. Namun beberapa guru kami termasuk saya selaku kepala sekolah belum bisa mengikuti vaksinasi atau dalam status ditunda, karena harus konsultasi ke dokter dulu karena ada penyakit bawaan. Jika sudah ada hasil konsultasi dari dokter, baru diminta untuk balik ulang ke Puskesmas untuk divaksin,” ungkapnya.

Menurut Ramadhan, untuk vaksinasi tenaga kependidikan masih menunggu petunjuk selanjutnya.

“Yang utama saat ini baru guru ASN dan honorer, sementara untuk tenaga kependidikan seperti staf tata usaha masih menunggu instruksi selanjutnya. Kami berharap semua guru sehat dan pembelajaran tatap muka bisa dilaksanakan kembali,” ujarnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas