Home Ekonomi

PT Pos Palu Sudah Salurkan Rp22,5 Miliar

12
PEMANTAU DATA - Ketua Satgas BST PT Pos Indonesia Cabang Palu Abd Hafid saat memperlihatkan sistem yang dapat memantau data penerima BST yang sudah menerima atau belum menerima BST pada tahap 11, Selasa 9 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Tahmil Burhanuddin)
  • Realisasi Alokasi Dana BST Mencapai 94,72 Persen

Palu, Metrosulawesi.id – PT Pos Indonesia Cabang Palu hingga saat ini telah menyalurkan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap 11 sebesar Rp22,5 miliar lebih kepada 75.194 penerima di Sulawesi Tengah.

Realisasi alokasi dana BST tersebut sudah mencapai 94,72 persen dari total jumlah alokasi yang sebesar Rp23,8 miliar lebih untuk 79.388 penerima BST di Sulawesi Tengah (kecuali Kabupaten Banggai Bersaudara).

Berdasarkan data PT Pos Indonesia Kantor Cabang Palu, masih ada sekitar Rp1,2 miliar lebih dana BST yang belum tersalurkan kepada 4.194 penerima.

Menurut Ketua Satgas BST PT Pos Indonesia Cabang Palu Abd Hafid, belum tersalurkannnya keseluruhan dana BST ke penerima tersebut karena sejumlah kendala.

“Kendalanya, penerima yang (domisilinya) jauh, kemudian bekerja di luar (daerah) atau sopir truk yang biasanya lama baru pulang, ini belum ambil,” ungkap Hafid saat ditemui di kantornya, Selasa 9 Maret 2021.

“Kita kasih jangka waktu perpanjangan pembayaran, kita koordinasi dengan Dinsos (Dinas Sosial) untuk buat surat perpanjangan pembayaran. Jadi saat dibuat suratnya blokirnya (pembayarannya) dibuka lagi,” jelas Hafid.

Kendala tersebut masih sama sejak tahap pertama BST diluncurkan. Bahkan, untuk tahap 10 penyaluran dana BST juga tidak mencapai 100 persen. Pada tahap 10 PT Pos Indonesia Cabang Palu merealisasikan penyaluran BST sebesar Rp21,1 miliar lebih kepada 70.575 penerima, atau sekitar 99,43 persen dari total alokasi anggaran yang sekitar 21,3 miliar.

Namun begitu, pihak PT Pos Indonesia Cabang Palu terus berupaya agar penyaluran BST tersebut bisa terealisasi sepenuhnya kepada seluruh masyarakat yang berhak berdasarkan data dari Kementerian Sosial.

Dalam proses penyaluran BST tersebut dilakukan secara sistematis serta minim risiko penyelewengan. Sebab, data penyaluran yang dilakukan secara daring juga bisa diakses langsung oleh berbagai pihak, semisal Kepolisian dan Kejaksaan.
“Jadi mereka bisa monitoring web kita,” jelas Hafid.

Agar penerima tepat sasaran dan menghindari penyelewengan, pihak PT Pos Indonesia juga hanya menyerahkan BST kepada penerima atau keluarga yang namanya tercantum di kartu keluarga (KK) penerima secara langsung.

Untuk diketahui, saat ini PT Pos Indonesia Cabang Palu juga tengah menunggu proses penyaluran dana BST tahap 12, sembari menyelesaikan BST tahap 11 yang masih belum terealisasi secara keseluruhan.

Reporter: Tahmil Burhanuddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas