Rosida Thalib. (Foto: Metrosulawesi/ Moh. Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Enam Kecamatan di Kota Palu kini telah menerima pelayanan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Olehnya itu bagi masyarakat yang ingin mengurus Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran, dan perekaman KTP elektronik (KTP-el), serta dokumen kependudukan lainya, bisa datang ke kantor kecamatan terdekat sesuai domisilinya.

“Sejak akhir 2020 sudah enam kecamatan yang siap menerapkan layanan SIAK tersebut, namun pada 2021 ini bertambah menjadi tujuh kecamatan, akan tetapi di satu kecamatan yakni Palu Timur ada kendala sedikit salah satu mesin hilang, sehingga kecamatan tersebut belum bisa melayani. Tetapi yang jelas di enam kecamatan siap melayani warga untuk mengurus dokumen kependudukan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, Rosida Thalib, di kantornya, Selasa, 9 Maret 2021.

Rosida mengaku bersyukur pelayanan saat ini tidak ada lagi hambatan sama sekali, semua berjalan lancar. Bahkan Disdukcapil juga di masa pandemi ini masih tetap membuka pelayanan secara online untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukannya.

“Belum lama ini juga kami telah mengadakan pelatihan dengan mengundang seluruh operator yang ada di Kelurahan, sehingga di tahun ini untuk pertama kalinya di kantor kelurahan, melayani pengurusan KK dan Akte Anak khusus bayi yang baru lahir, dan itu bisa langsung dicetak oleh operator yang ada di Kelurahan,” ujarnya.

Menurut Rosida, sebanyak 46 kelurahan di Palu telah menerapkan pelayanan tersebut. Hal ini sesuai misi Wali Kota Palu.

“Kami saat ini tinggal menunggu sejauh mana kesiapan kelurahan, akan tetapi kami sudah memulai dengan melatih operator untuk melayani masyarakat di kantor kelurahan,” ungkapnya.

Selain itu kata Rosida, terkait pencetakan KTP-el sejauh ini lancar-lancar saja, bahkan blangko saat ini masih tersedia untuk beberapa bulan ke depan.

“Sekarang ini blangko kami ada sekitar 6.000 keping, dan ini cukup untuk beberapa bulan ini, sebab rata-rata tiap hari kurang lebih 300 keping blangko KTP-el dicetak,” katanya.

Rosida berharap, warga kota Palu lebih aktif untuk meng-update data KK-nya, mungkin ada nama anaknya seharusnya sudah keluar dari status KK karena sudah menikah. Olehnya itu datanglah ke kantor Disdukcapil untuk memperbarui data KK.

“Atau ada anaknya telah tamat SD dan saat ini sudah di jenjang SMA agar dilaporkan datanya ke kantor, karena itu dapat mengakibatkan pembekuan data sehingga biasanya BPJS tidak bisa membaca NIK data anaknya karena tidak aktif, sebab tidak pernah memperbaharui KK-nya,” jelasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas