Home Hukum & Kriminal

Tahanan Kabur Lewat Pagar, Kajari Minta Serahkan Diri

16
WAWANCARA - Kejari Parimo Muhamad Fahrorozi, saat wawancara dengan sejumlah wartawan di kantornya, Senin 8 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Parimo, Metrosulawesi.id – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong, Muhamad Fahrorozi mengungkapkan, bahwa tahanan kasus narkotika yang kabur dari Lapas Perempuan Kelas III Palu tersebut merupakan tahanan dari Kejari Parimo.

Pihaknya mendapat informasi tentang kaburnya tahanan perempuan kasus narkoba tersebut dari Lapas Kelas III Perempuan Kota Palu, Pada Jumat 5 Maret 2021. Tahanan tersebut atas nama Melvira Widiyanti binti Mahmud atau yang biasa dipanggil Vira alias Ira alias Anjani dengan perkara narkotika.

Terdakwa tersebut beralamat di Jalan Tanjung Angin Kelurahan Tatura Utara Kecamatan Palu Selatan, umur 29 tahun, dengan ciri-ciri tinggi badan 165 cm, berat 62 kilogram, kulit sawo matang, rambut ikal, wajahnya oval dan rambutnya pirang coklat.

“Informasinya melarikan diri dengan cara melompat pagar bagian belakang Lapas perempuan Kelas III Palu,” ungkap Muhamad Fahrorozi kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Senin 8 Maret 2021.

Lanjut dia, perkara tersebut sebenarnya sudah akan pihaknya lakukan persidangan, tetapi dengan melihat situasi seperti ini persidangan tetap jalan akan tetapi pihaknya meminta penundaan dulu dalam rangka bersama-sama dengan pihak Lapas Perempuan Kelas III Palu juga saat ini sedang mencari terdakwa tersebut. Pihak Lapas sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami berharap, mudah – mudahan yang bersangkutan bisa koperatif untuk menyerahkan diri. Sehingga persoalan hukum bisa terselesaikan,” harapnya.

Dia mengatakan, saat ini upaya yang pihaknya baru lakukan adalah upaya koordinasi dan sudah memerintahkan Kasi Intel dan Kasi Pidum untuk koordinasi dengan pihak Lapas Perempuan Kelas III Palu.

Ia menambahkan, perkara tersebut adalah perkara dari Kejati Sulteng ke Polda Sulteng dan dikirim ke Kejari Parimo.

“Kami tidak membawa lagi ke Lapas Kelas III Olaya, melainkan langsung ke Lapas Kelas III Perempuan Kota Palu. Sebab, Lapas Kelas III Olaya penuh. Selain itu juga, mengapa kami antar ke Lapas Kelas III Palu, untuk kelancaran sidang terdakwa di Palu,” pungkasnya.

Reporter: Zulfikar
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas