Home Banggai Laut

Saatnya Menyapa Cardinal Fish di Pantai Bontolan

19
OBJEK WISATA - Pantai Bontolan Desa Bone Baru, Kecamatan Banggai Utara. (Foto: Istimewa)

Balut, Metrosulawesi.id – Siang itu matahari begitu terik. Angin mengibas kencang. Anak- anak berlarian sambil tertawa terkikik bermain bersama serunya ombak kecil bibir pantai sekitar 8 kilometer dari Kota Banggai.

Boy salah satu pengelola pantai Bontolan Desa Bone Baru Kecamatan Banggai Utara, terlihat tengah sibuk melayani tamu yang berdatangan.

Di sudut lain laki-laki paru baya tengah memperbaiki alat snorkeling yang tengah disewakannya. Tak jauh dari situ tampak beberapa orang lalu lalang membawa pesanan makanan untuk para pengunjung yang tengah asyik berenang.

“Sejak 2019 tempat ini dikelola, cuma baru akhir bulan Desember 2020 kemarin dikenal,” jelas Boy.

Dia mengatakan untuk promosi pariwista sebaiknya dilakukan kolaborasi dari berbagai kalangan dan komunitas baik itu pemerintah daerah maupun pegiat wista itu sendiri.

“Dengan begitu wisata yang ada di Banggai Laut bisa maju lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut Boy mengatakan pengunjung Pantai Bontolan akan banyak jika diakhir pekan. Untuk rata-rata pengunjung harian jika weekday sekitar 50 pengunjung.

“Yang banyak itu weekend atau hari libur kantor, bisa sampai 500-600 pengunjung, kebanyakan pegawai kantor,” ucapnya.

Selain membantu dan pengelola Boy dan beberapa temannya juga menyewakan alat snorkeling untuk menikmati bawah laut di Pantai Bontolan.

“Ini kami sewakan, kaki bebek dan kacamata Rp20.000 dipakai sepuasnya untuk berenang sambil lihat karang dan juga cardinal fish,” katanya sembari menunjuk area snorkling yang biasanya dipakai pengunjung.

“Area snorkeling yang sebelah sana karangnya masih bagus dan cardinal fishnya juga banyak,” lanjutnya.

“Fasilitas yang ada berupa gazebo yang disewakan. Gazebo ada 10 buah harganya bervariasi ada Rp30.000 sampai Rp50.000,” ucapnya.

Pantai Bontolan. Kata Boy adalah akronim dari Bongo dan Toulan, pemilik tempat ini yang namakan Bontolan, tetapi menurut bahasa Banggai, Bontolan artinya putus dan tidak baik.

“Tergantung bagaimana cara mengelolahnya dan niat dalam menjalankan usaha ini,” ungkapnya.

Reporter: Purnomo Lamala
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas