Home Nasional

Anggaran PON XX Sulteng Belum Turun

Edison Ardiles. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggaran untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021, Komiten Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah, hingga saat ini belum turun dari pemerintah Provinsi Sulteng.

Sementara pihak KONI Sulteng belum mendapatkan kepastian kapan Pemrov Sulteng akan mengucurkan angaran tersebut. Disisi lain bagi pelatih cabang olahraga (Cabor) Sulteng yang akan mengikuti PON 2021 di Papua, sudah membutukan anggaran tersebut, untuk membeli perlengkapan PON.

Kepala Sekretariat KONI Sulteng, Edison Ardiles, kepada Metrosulawesi.id, Selasa, 9 Maret 2021 di ruang kerjanya mengatakan, hingga kini anggaran yang dibutuhkan setiap cabor yang akan mengikuti pesta olahraga di Papua, belum juga turun.

“Sampai hari ini anggaran PON untuk Sulteng belum juga ada. Kita masih tetap menunggu dari Pemprov Sulteng. Kita juga belum tau jumlahnya berapa karena yang tentukan itu dari Pemprov,” ujarnya.

Kata dia, anggaran untuk PON tersebut sudah diajukan oleh KONI Sulteng kepada Pemprov. Namun masih dibahas di tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulteng.

“Disana (DPRD) disetujui berapa dari kebutuhan kita. Misalnya disetujui Rp.12 miliar, tapi PON ini dilaksanakan di Papua, jadi harus disesuaikan dengan disana (Papua),” tandasnya.

Karena kata dia, dari 22 cabor yang akan ikut PON Papua membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Pasalnya setiap cabor akan membeli perlengkapan yang nilai harganya tidak murah.

“Sampai saat ini kita belum tahu berapa anggaran untuk PON. Bahkan SKPD-SKPD termasuk KONI juga belum tahu. Ini kebutuhan yang sangat-sangat dibutuhkan. Kami berharap mudah-mudahan diakhir bulan Maret ini anggarannya sudah turun,” harapnya.

Ditambahkannya, ada beberapa peralatan yang harus didatangkan dari luar negeri seperti dayung dan Kano (perahu) yang tidak diproduksi di dalam negeri. Untuk itu anggaran untuk PON 2021 bagi Provinsi Sulteng harus diperhitungkan lebih matang lagi.

“Peralatan harus didatangkan dari luar negeri sehingga anggaran yang harus dikucurkan tidak sedikit. Kalau yang di pulau Jawa mungkin tidk terlalu sulit karena ada Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) disana. Tapi kita di Sulteng harus dari sana (Jawa) baru kesini (Sulteng) seperti itu. Jadi butuh anggaran yang banyak,” tandasnya.

Reporter: Salam Laabu

Ayo tulis komentar cerdas