Home Politik

ART: Pemerintah Harus Tutup Semua Tambang Ilegal

16
Anggota DPD RI, Abdul Rahman Thaha. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id – Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Dr. Abdul Rahman Thaha (ART) meminta pemerintah daerah dan pihak terkait menutup seluruh kawasan tambang illegal di Sulawesi Tengah. Selain karena merusak lingkungan, aktivitas tambang illegal tersebut sudah memakan banyak korban jiwa.

“Pemerintah dan aparat keamanan di daerah ini harus tegas. Ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi. Kita tidak ingin lingkungan dibiarkan rusak dan menimbulkan korban jiwa,” tandasnya kepada wartawan di Palu seusai melaksanakan reses di Sulteng belum lama ini.

Abdul Rahman mengaku telah mengetahui banyaknya laporan aktivitas tambang illegal di Sulawesi Tengah, khususnya di Kabupaten Parigi Moutong. Dalam resesnya di wilayah tersebut, ART mendapatkan data jika terdapat setidaknya tujuh lokasi tambang illegal di Kabupaten Parigi Moutong.

“Saya sudah turun di Parigi Moutong dan dapatkan data jika ada setidaknya tujuh titik atau lokasi tambang illegal di wilayah Parigi Moutong. Termasuk salah satunya di Desa Buranga, yang belum lama ini memakan korban jiwa,” jelasnya lagi.

Anggota Komite I DPD RI ini mensinyalir maraknya aktivitas tambang illegal di Sulawesi Tengah, tidak hanya di Parigi Moutong karena adanya keterlibatan oknum pihak-pihak terkait, selain pengusaha yang memodali aktivitas itu. Alasannya, jika tidak ada oknum pihak terkait terlibat maka tidak mungkin aktivitas tambang illegal itu dibiarkan beroperasi. Ironisnya, beberapa lokasi aktivitas tambang illegal yang dilakukan di daerah atau kawasan yang dilindungi.

Untuk mengatasi aktivitas tambang illegal itu, ART meminta kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk bertindak tegas. Tak hanya menindak para pemodal atau pengusaha tapi juga oknum pemerintah dan aparat keamanan yang diduga terlibat. Karena jika hal tersebut dibiarkan , tidak hanya merusak lingkungan dan ekosistemnya tapi juga bisa menimbulkan jatuhnya korban jiwa.

ART juga menyampaikan jika maraknya aktivitas tambang illegal di Sulawesi Tengah sebagai salah satu bahan laporan untuk dibahas dalam rapat dengan DPD dan DPR RI di Jakarta dalam waktu dekat. (edy***)

Ayo tulis komentar cerdas