Home Palu

Pekan Depan, Bantuan Kuota Internet Disalurkan

33
Lukman Nadjamudin. (Foto: Dok)
  • Universitas Tadulako

Palu, Metrosulawesi.id – Mahasiswa dan dosen Universitas Tadulako (Untad) ikut akan menerima bantuan kuota internet yang kembali diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tahun anggaran 2021.

Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin M.Hum, mengungkapkan bantuan kuota internet diberikan selama tiga bulan yaitu Maret, April, dan Mei. Sesuai petunjuk Sekretaris Jenderal Kemendikbud RI, penyaluran tahap pertama dimulai pekan depan, tepatnya pada 11 sampai 15 Maret 2021.

“Mekanisme dan penyaluran bantuan kuota internet gratis telah disosialisasikan secara virtual,” ungkap Lukman, Kamis, 4 Maret 2021.

Dia mengatakan untuk penyaluran bulan kedua dijadwalkan pada 11 sampai dengan 15 April 2021 dan bulan ketiga pada 11 sampai dengan 15 Mei 2021. Bantuan kuota internet yang diberikan untuk dosen dan mahasiswa Untad masing-masing 15 GB perbulan selama tiga bulan.

Mahasiswa dan dosen Untad yang akan kembali menerima bantuan ini diusulkan dan diverifikasi dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). PDDikti merupakan sistem yang menghimpun data pendidikan tinggi dari seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional.

Selain itu, harus berstatus aktif dalam perkuliahan dan memiliki kartu rencana studi pada semester berjalan dengan nomor ponsel aktif. Sementara untuk dosen selain harus terdaftar di PDDikti dan berstatus aktif,  juga memiliki nomor registrasi NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional), NIDK (Nomor Induk Dosen Khusus), atau NUP (Nomor Urut Pendidik).

Sebagai gambaran, saat ini ada sekitar 40.000 mahasiswa aktif Untad dengan berbagai angkatan dan fakultas. Sementara jumlah dosen di kampus terbesar di Sulteng ini mencapai 1.000 lebih.

“Bantuan paket kuota data internet kembali diberikan untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran masa pandemi Corona Virus Diseases 2019 (Covid-19),” ucap Lukman.

Lukman mengingatkan bantuan paket kuota data      internet tidak dapat digunakan untuk mengakses situs yang diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika serta situs dan aplikasi terlarang.

“Saya berharap bantuan kuota internet yang diberikan kementerian digunakan sebaik-baiknya oleh dosen dan mahasiswa,” tandas Lukman.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas