Home Palu

Kadis Penanaman Modal Diminta Rajin Cari Investor

19
RAPAT - Suasana Rapat Sinkronisasi Program Kerja di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu beberapa waktu lalu. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada rapat sinkronisasi program kerjanya yang digelar di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu beberapa waktu lalu, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid melakukan dialog dengan beberapa Kepala Dinas lingkup  Pemkot Palu.  Pada kesempatan itu, Wali Kota Hadianto meminta agar program kerja tiap OPD diselaraskan dengan visi misi yang diusungnya bersama Wakil Wali Kota Palu, dr. Reny Lamadjido.

Di kesempatan itu, Wali Kota Hadianto berdialog dengan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Palu, Eka Komalasari.

“Ibu Kadis, selama Ibu menjadi pimpinan sudah berapa investor yang sudah ibu datangkan ke Kota Palu. Tolong kalau belum ada, usahakan ya Bu,” tanya Hadianto.

Kata dia, seorang Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Palu harus tahu berapa banyak kerjasama dengan investor di Kota Palu.

“Kemudian pantau seperti KEK, harus tahu kerjasama-kerjasama dengan investor disana, jangan tidak,” jelasnya.

Wali Kota Hadianto pun kmebali bertanya berapa investor yang telah masuk ke Palu tahun lalu yang diprakarsai oleh Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kota Palu.

Eka Komalasari pun langsung menjawab pertanyaan Wali Kota tersebut.

“Kalau untuk investornya kami tidak mencari,” kata Eka.

Wali Kota Hadianto pun langsung meminta Kadis Eka Komalasari untuk memperkuat promosi Kota Palu.

“Yang jadi masalah di kami Pak, belum ada kajian tentang potensi investasi Pak. Kami belum melakukan pengkajian karena pendanaan yang tidak ada. Sudah diajukan anggaran itu, tapi mengingat waktu itu anggaran terbatas, kami mengajukan anggaran untuk kajian itu kurang lebih Rp300 juta,” kata Eka Komalasari.

Wali Kota Hadianto pun menyayangkan kenapa kajian potensi investasi itu belum dibuat oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Padahal cuma Rp300 juta anggarannya, dari pada dipakai beli mobil. Kalau kemudian dengan itu potensi daerah ini bisa ditampilkan atau dipromosikan kemudian ditawarkan ke investor, pasti kan lebih baik,” tegas Hadianto.

“Kalau memang anggaran itu tidak di kasih, seharusnya Ibu Kadis yang mensiasatinya untuk terlaksananya kajian itu,” tambahnya.  

Sebenarnya, kata Hadianto, pembuatan kajian itu juga bisa dipihak ketigakan, minta orang yang berkompeten untuk itu melakukan kajian potensi investasi di Kota Palu.

“Dipihak ketigakan pun bisa, miaslnya ini uang Rp50 juta, tolong anda kaji atau cari potensi investasi di Kota Palu ini seperti apa, orang pasti berebut untuk itu,” jelasnya.

“Misalnya lagi, Dinas Penanaman Modal membuat lomba, lomba mengkaji potensi Kota Palu, pasti orang berebut untuk mengikuti lomba itu,” jelasnya lagi.

Menurutnya, banyak potensi di Kota Palu ini bisa dipihak ketigakan sehingga bisa memperoleh hasil lebih maksimal.

“Parkir itu potensi di Kota Palu, dan kemudian bisa ditawarkan kepada pihak ketiga, mau kelolah parkir di Kota Palu tidak. Pasar itu juga potensi. Tidak harus kita selalu melihat harus ada uang, kita harus ada cara mensiasatinya jika anggaran tidak ada,” jelasnya.

“Dinas Penanaman Modal dan PTSP, saya mau lihat rencana kalian tahun ini. Kalian akan melakukan approach (pendekatan) kepada investor yang mana, saya harus lihat itu. Bila perlu minggu ini kalian kasih ke saya,” tegasnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas