Home Palu

Vaksinasi Tenaga Pendidik Dimulai

10
VAKSINASI - Kadisdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, saat melakukan vaksinasi di Puskesmas Sangurara, Rabu, 3 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi, bersama Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, serta jajaran pejabat Pemkot Palu, kepala sekolah, dan pengawas mengikuti vaksinasi Covid-19 tahap awal di Puskesmas Sangurara, Rabu, 3 Maret 2021.

Setelah disuntik vaksin tahap awal ini, Ansyar mengaku segar bugar tidak merasakan efek samping apapun.

“Kami sangat berharap para guru dan tenaga kependidikan (GTK) ikhlas untuk segera divaksin. Barusan bersama kami sebagian kepala sekolah sudah ikut divaksin tahap awal ini, dan setelah 14 hari baru mengikuti lagi pemberian vaksinasi kedua, karena pemberian vaksin ini menurut dari kesehatan sebanyak dua kali,” katanya.

Menurut Ansyar, vaksinasi ini adalah salah satu upaya untuk melindungi diri dari paparan virus corona serta upaya untuk segera melaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah.

“Maka sekali lagi saya berharap kepada pendidik dan tenaga kependidikan di Kota Palu agar mengikhlaskan diri untuk mendatangi Puskesmas terdekat dalam melaksanakan vaksinasi, karena harapan kita dalam minggu ke depan ini semua pendidik serta tenaga kependidikan sudah selesai divaksin,” ujarnya.

Ansyar kembali menegaskan, bahwa dirinya sudah berniat akan menjadi orang pertama di Disdikbud untuk divaksin bersama Bapak Wali Kota, sebagai komitmen untuk mendorong pembukaan sekolah tatap muka dan untuk melindungi para guru dari terpaparnya virus corona.  

“Setelah ini akan dilanjutkan kepada para guru, kepala sekolah, serta tenaga kependidikan yang belum divaksin, data-data mereka kami sudah ajukan ke Dinas Kesehatan, nanti mereka akan diarahkan mendatangi Puskesmas terdekat. Kami akan selalu berkoordinasi dengan Dinkes Palu hingga sejauh mana capaian vaksinasi itu,” katanya.

Ansyar mengungkapkan, para GTK diupayakan minggu ini divaksin, dan saat ini masih dalam proses pemetaan Puskemas tempat vaksinasi.    

“Yang divaksin bersama kami tadi ada sekitar 10 kepala sekolah sebagai perwakilan, karena jumlah yang diminta terbatas, diantaranya Kepala SMPN 13, SMPN 3, SD Boyaoge, SD Inpres Watusampu, serta lainnya,” ungkapnya.

Ansyar menyebutkan, ada sebanyak 4.591 pendidik dan tenaga kependidikan akan divaksin, dengan rincian 851 orang dari TK negeri dan swasta, 2.157 orang dari SD negeri dan swasta, 1.211 orang dari SMP negeri dan swasta,  serta 330 orang tutor negeri dan swasta, 42 orang pengawas dan penilik.

Sementara itu, Kepala SMPN 13 Palu, Masnur H Lapenna yang juga mengikuti proses vaksinasi tahap pertama bersama Kadisdikbud Palu berharap para guru tidak mempercayai informasi tidak benar (hoax) soal vaksin yang beredar di media sosial.

“Saya sendiri setelah divaksin tidak ada dampak apapun perasaan biasa-biasa saja, sebab sebelum melalui proses vaksinasi kondisi kesehatan kami diperiksa dulu, sehingga saya berharap semua guru bersedia untuk divaksin,” katanya.  

Masnur mengatakan, jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMPN 13 Palu yang akan divaksin sebanyak 51 orang. Untuk proses pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap di Puskesmas yang terdekat dari sekolah.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas