Home Palu

Rektor Pacu Dosen PNS Jadi Profesor

16
Prof Mahfudz MP. (Foto: Dok)

Palu, Metrosulawesi.id – Rektor Prof Dr Ir Mahfudz MP, memacu para dosen PNS di Universitas Tadulako (Untad) untuk meraih gelar guru besar atau profesor. Hal ini disampaikan saat menyerahkan SK PNS kepada 75 CPNS di lingkungan Untad, Senin, 2 Maret 2021.

“Setelah menjadi CPNS, anda semua saat ini menjadi PNS yang harapannya dapat menjadi dosen yang profesional. Sehingga melalui kesempatan ini, saya memberikan tantangan untuk anda agar dapat menjadi ilmuwan yang professional yang bahkan bisa menjadi professor kedepannya,” ujar Prof Mahfudz.

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan itu mendorong para PNS yang telah menerima SK melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi agar dapat memenuhi syarat sebagai profesor. 

“Untuk melanjutkan studi, anda semua tidak perlu memikirkan biaya pendidikannya karena semua akan ditanggung oleh negara. Sehingga sangat penting kepada para ASN hari ini untuk berkontribusi dalam menghasilkan inovasi,” ucap Rektor.

Adapun 75 CPNS yang menerima SK berasal dari FKIP sebanyak 25 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 3 orang, Fakultas Kehutanan 2 orang, FMIPA sebanyak 12 orang, Fakultas Ekonomi 5 orang, FISIP sebanyak 4 orang, Fakultas Teknik sebanyak  6 orang, Faperta sebanyak 4 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak  9 orang, Fapetkan sebanyak 2 orang dan Fakultas Hukum sebanyak 3 orang.

Sebelumnya, Prof Mahfudz juga telah menyerahkan SK (surat keputusan) kepada 25 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2020 Untad pada Rabu, 10 Februari 2021.

Penyerahan SK disaksikan Wakil Rektor Bidang Keuangan Dr Nur Ali, Dekan-dekan Fakultas, serta para civitas akademik Untad lainnya. Diketahui jumlah formasi CPNS Tahun 2020 sebanyak 28 formasi dan yang dinyatakan lulus berjumlah 25 orang.

Prof Mahfudz menyampaikan ucapan selamat kepada para CPNS sebab SK diterima merupakan penantian panjang dan perjuangan serta doa dari para CPNS. Ia mengatakan bahwa sebagai tenaga pendidik tentu harus memiliki disiplin dan etika dalam menjalankan tugas serta amanah sebagai dosen.

“Disiplin PNS nanti akan anak-anakku semua dapatkan pada saat mengikuti prajabatan atau yang sekarang disebut dengan Latihan Dasar. Tapi poin penting yang ingin saya sampaikan adalah etika menjadi seorang dosen, khususnya di Untad. Sebagai generasi pelanjut institusi yang sama-sama kita banggakan, tentunya harus bisa inovatif, kreatif, dan produktif,” ujarnya.

Prof Mahfudz melanjutkan untuk semakin membesarkan Untad yang paling utama adalah membangun komunikasi atau kerja sama dengan perguruan tinggi lainnya. Ia menambahkan bahwa dosen harus memiliki target dalam menjalani tugas dan dapat melanjutkan studinya lebih tinggi lagi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas