Home Nasional

November, Penganugerahan Pahlawan Nasional

20
Ridwan Mumu. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Usul penganugerahan gelar Pahlawan Nasional dari Provinsi Sulteng terus berproses. Yang terbaru, DPRD Sulawesi Tengah telah rapat dengar pendapat dengan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Sulteng pada Selasa, 2 Maeret 2021. Dinsos selaku instansi yang berwenang di daerah terkait pengusulan gelar Pahlawan Nasional.

Kepala Dinsos Provinsi Sulteng, H Ridwan Mumu, mengungkapkan harapan penganugerahan gelar Pahlawan Nasional bisa terwujud pada November 2021. Penganugerahan dimaksud bertepatan peringatan Hari Pahlawan 10 November.

“Penganugerahan sebenarnya ada dua momen yaitu 13 April pas HUT Provinsi Sulteng dan 10 November. Tapi dengan beberapa syarat dan dokumen yang saat ini belum lengkap, kemungkinan tidak akan keburu kalau 13 April,” ungkap Ridwan, Rabu, 3 Maret 2021.

Kata dia, batas pengusulan persyaratan dan dokumen tokoh yang diusul menjadi Pahlawan Nasional pada 6 April 2021. Diketahui, ada lima tokoh akan diusulkan menjadi Pahlawan Nasional dari Sulteng yaitu Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua. Berikutnya Tombolotutu, Marunduh, Haji Hayun, dan Pue Lasadindi yang juga dikenal sebagai Mangge Rante.

Khusus Guru Tua merupakan salah satu tokoh dalam status pengusulan kembali. Itu karena tokoh yang dikenal sebagai pejuang pendidikan Islam dan pendiri Alkhairaat tersebut sudah pernah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional.

Pengusulan calon Pahlawan Nasional ditangani oleh Tim Peneliti Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sulteng. TP2GD Sulteng diketuai oleh Ridwan Mumu dengan anggota dari berbagai latar belakang mulai akademisi hingga sejarawan. Akademisi diwakili oleh Dr Lukman Nadjamuddin M.Hum, yang saat ini menjabat Wakil Rektor Untad Bidang Akademik.

Lukman menjelaskan pihaknya saat ini terus bekerja melengkapi syarat dan dokumen yang dibutukan untuk pengusulan menjadi Pahlawan Nasional. Beberapa persyaratan dan dokumen pendukung salah satunya foto utuh semasa hidup tokoh yang diusulkan. Sementara dokumen pendukung berupa kisah perjalanan sang tokoh dengan perjuangan yang dilakukan.

“Kita terus melengkapi persyaratan yang dibutuhkan, termasuk biografi para tokoh,” jelas Lukman.

Dia menambahkan saat ini usulan yang baru dimasukkan ke Dinsos Provinsi Sulteng yaitu Marunduh. Dia mengaku optimis sebelum batas akhir yang ditentukan bisa melengkapi syarat dan dokumen yang dibutuhkan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas