Home Hukum & Kriminal

Giliran Brimob Gugur, Kuat Dugaan Ali Kalora Tertembak

26
BERI KETERANGAN - Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Po Didik Supranoto SIK, saat memberikan keterangan. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Bakutembak lagi dengan MIT Poso

Palu, Metrosulawesi.id – Hanya berselang satu hari, kontak tembak antara Satuan Gabungan Khusus (Satgabsus) Operasi Madago Raya dengan kelompok daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) kembali terjadi, Rabu sore 3 Maret 2021.

Kontak tembak yang terakhir ini terjadi di wilayah Pegunungan Kilo 7 Desa Gayatri, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso sekira pukul 16.00 WITA.

“Dalam kontak tembak itu, satu personel Polri dari Brimob atas nama Briptu Herlis, gugur. Saat ini jenazah sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palu, untuk dilakukan visum,” kata Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto SIK, kepada sejumlah wartawan di Mapolda, Rabu malam 3 Maret 2021.

Didik juga mengatakan bahwa allmarhum gugur akibat luka tembak di bagian pinggang, dan rencananya jenazah akan diterbangkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara, tepatnya Kolaka.

Kontak tembak ini merupakan rangkaian dari rentetan kejadian sebelumnya, yang mana usai terjadinya kontak tembak di wilayah pegunungan Tambarana, Satgas Oprasi Madago Raya, pada Senin 1 Maret 2021 lalu, dan personel terus melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT Poso.

“Diduga kelompok yang kontak tembak tersebut, merupakan kelompok yang dipimpin oleh Ali Kalora. Berdasarkan informasi kuat diduga Ali Kalora tertembak, dan saat ini masih terus dilakukan pengejaran oleh Satgas Madago Raya,” jelasnya.

Dari Jakarta dilaporkan, Satuan tugas (Satgas) Madago Raya menembak mati 2 daftar pencarian orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Mereka terlibat baku tembak saat tepergok akan mengambil logistik.

“Itu sedang didalami. Yang jelas kalau keberadaan mereka di hutan kan perlu makanan juga,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Rabu 3 Maret 2021.

Rusdi mengatakan pihak-pihak yang memberi logistik kepada kelompok Ali Kalora akan turut didalami. “Kita mendalami pihak-pihak yang memberi logistik pada kelompok ini,” tuturnya.

Hingga saat ini, jumlah personel TNI dan Polri menjadi makin banyak. Alhasil, lanjut Rusdi, kelompok MIT menjadi makin terjepit sehingga dia berharap perburuan MIT ini bisa diselesaikan sesegera mungkin.

“Setelah TNI dan Polri banyak di sana, aktivitas mereka semakin terjepit. Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan kelompok Ali Kalora ini,” tandas Rusdi.

Sebelumnya, baku tembak antara Satgas Madago Raya dan MIT terjadi di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, pada Senin (1/3), sekitar pukul 16.30 Wita. Saat ini aparat Satgas Madago Raya masih melakukan pencarian di sekitar lokasi tersebut.

Dari lokasi tersebut, Satgas Madago Raya menyita sejumlah barang bukti, seperti senjata api laras panjang, GPS, bahan makanan, dan satu buah tas ransel milik kedua jenazah DPO MIT.

Satgas Madago Raya menembak mati 2 daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Alfin dan Irul.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas