Home Palu

Berawal dari Diskusi, Berakhir dengan Karya

22
SERAH TERIMA - Rektor Prof Mahfudz (dua dari kanan) menerima buku “Rona Perspektif Akademisi Tadulako tentang Covid-19” dari penulis Prof Amar (dua dari kiri) didampingi Prof Ramadanil (kiri) dan Dr Haerul (kanan) di Lantai I Rektorat Untad di Palu, Rabu, 3 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)
  • Akademisi Untad Bukukan Rona Perspektif Covid-19

Akademisi Universitas Tadulako (Untad) di Palu, merespons pandemi virus corona (Covid-19) dengan menghasilkan karya. Karya tersebut berupa kumpulan tulisan sejumlah dosen yang dibukukan dengan judul “Rona Perspektif Akademisi Tadulako tentang Covid-19”.

Laporan: Michael Simanjuntak

BUKU rona perspektif Covid-19 ditulis sebanyak 31 dosen Untad dengan berbagai disiplin ilmu yang disunting oleh Prof Dr Ramadanil Pitopang M.Si, Dr Haerul Anam SE M.Si, dan Dr Muh Nur Sangadji DEA. Selain penyunting, ketiganya juga terlibat sebagai penulis buku 322 halaman itu.

Salah satu penyunting, Dr Haerul, berujar tercetusnya buku rona perspektif tentang Covid-19 berawal dari diskusi di group whatsapp (WA) satu bulan pascapandemi virus corona merebak di Indonesia pada Maret 2020. Dalam diskusi dimaksud, sejumlah dosen memberikan respons positif yang saat ini berakhir dengan karya buku.

“Teman-teman berembuk di group WA untuk melahirkan satu tulisan dari berbagai perspektif, makanya judulnya rona perspektif. Rona ini juga menunjukkan kita dekat dengan lingkungan sebagai salah satu pendekatan dari Universitas Tadulako,” ujar Dr Haerul didampingi Prof Ramadanil usai penyerahan buku “Rona Perspektif Akademisi Tadulako tentang Covid-19,” kepada Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP di Palu, Rabu, 3 Maret 2021.

Dr Haerul menjelaskan buku yang ditulisnya bersama puluhan dosen itu menyajikan berbagai perspektif terkait virus corona mulai dari sejarah (historis), kesehatan, ekonomi, lingkungan (perwilayahan) dan teknik.

“Dengan adanya buku ini akan memberikan kekuatan institusi dalam merespons lingkungan dampak Covid-19. Kita tahu salah satu ciri akademisi peka terhadap perubahan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun non-fisik,” ucap Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untad itu.

Penyunting lain, Prof Ramadanil, menyebut buku rona perspektif tentang Covid-19 bagian dari tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kita sebagai akademisi tidak boleh hanya berpangku tangan dan tidak produktif. Dosen-dosen punya kewajiban untuk melahirkan karya ilmiah, tapi bukan hanya yang dipublikasikan di jurnal internasional,” tuturnya.

Selain itu, menurut Prof Ramadanil, buku yang dihasilkan menjadi bukti bahwa dosen-dosen Untad bisa berbuat dan melahirkan karya ilmiah sebagai kontribusi merespon pandemi Covid-19.

Diharapkan adanya buku rona perspektif tentang Covid-19 membantu pemerintah melalui instansi terkait dalam penanganan dampak virus corona yang sampai saat ini telah merenggut banyak korban di berbagai belahan dunia.

Rektor Prof Mahfudz disebut memberikan dukungan penuh sampai tercetaknya buku dengan sampul depan gambar bola dunia itu. Adapun 31 dosen penulis diantaranya Prof Dr Ir Amar Akbar Ali ST MT, juga selaku editor yang saat ini menjabat Wakil Rektor Untad Bidang Pengembangan dan Kerjasama, Prof Dr rer Pol Patta Tope SE mantan Kepala Bappeda Provinsi Sulteng, Ekonom Moh Ahlis Djirimu SE DEA Ph.D, dan Mochtar Marhum Ph.D.

Buku “Rona Perspektif Akademisi Tadulako tentang Covid-19,” saat ini dicetak dengan jumlah terbatas yang diutamakan bagi kalangan internal civitas Untad dan perwakilan instansi pemerintah terkait. (*)

Ayo tulis komentar cerdas