Home Hukum & Kriminal

ART Usulkan TNI Ambil Alih Operasi MIT di Poso

31
Anggota DPD RI, Abdul Rahman Thaha. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

Palu, Metrosulawesi.id Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Abdul Rahman Thaha, mengusulkan operasi pengejaran kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabupaten Poso, diambil alih pasukan TNI. Alasannya, aparat Kepolisian melalui Satgas Madago Raya dinilai gagal dalam menuntaskan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora.

Usulan itu disampaikan Abdul Rahman Thaha kepada wartawan di Kota Palu, Kamis 4 Maret 2021 pagi, terkait penanganan kelompok MIT yang tak kunjung tuntas. Terlebih, operasi tersebut sudah berlangsung hampir 20 tahun dan telah beberapa kali berganti sandi operasi.

Tak hanya itu, operasi yang telah menelan dana cukup besar tersebut, telah menelan korban tidak hanya di kalangan kelompok MIT tapi juga aparat TNI dan Polri.

“Sudah cukup besar dana yang telah dikucurkan untuk operasi tersebut. Tapi kenapa sampai sekarang tidak tuntas juga. Ada apa?,’’tandasnya.

Kegagalan aparat kepolisian dalam menuntaskan kelompok MIT, lanjut Rahman, menjadi alasan kuat untuk diambil alih TNI. Apalagi, perbuatan yang dilakukan kelompok MIT pimpinan Ali Kalora itu, bukan lagi kriminal biasa tapi sudah masuk separatis.

“Mereka itu separatis. Punya senjata. Dan TNI-lah  yang punya kemampuan untuk menghadapinya,’’ jelasnya lagi.

Ia prihatin dengan  jatuhnya korban dua orang anggota Satgas Madago Raya dalam baku tembak dengan kelompok MIT, Selasa dan Rabu kemarin. Ia pun berharap, tidak ada lagi jatuh korban dalam upaya penanganan  kelompok yang dulunya dipimpin Santoso tersebut.

Anggota Komite I DPD RI ini, juga menyampaikan kalau penanganan kasus Poso ini sebenarnya bisa tuntas jika ditangani secara serius. Apalagi kekuatan kelompok Mujahidin Indonesia Timur ini semakin berkurang dan tinggal 9 orang dengan kekuatan persenjataan yang minim.

Sementara kekuatan pasukan keamanan cukup besar dan dilengkapi dengan persenjataan yang memadai. Ia pun optimis jika operasi tersebut dikendalikan oleh TNI, maka kelompok MIT bisa segera dituntaskan. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas