Home Hukum & Kriminal

Tergugat Akan Mohonkan Upaya Kasasi ke MA

25
H. Muhtar SH. (Foto: Ist)
  • Gugatan Perdata Warga Melawan Tiga Perusahaan Galian C Belum Berakhir

Palu, Metrosulawesi.id – Meski putusan banding Pengadilan Tinggi (PT) Palu, menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, namun proses hukum perkara perdata antara perwakilan warga Kelurahan Watusampu dan Buluri, Kota Palu,  melawan tergugat tiga perusahaan tambang  batuan galian C,  di antaranya  PT Risgun Perkasa Abadi, PT Sirtu Karya Utama, dan PT Watu Meriba Jaya, belum berakhir.

Bahkan sepertinya perkara perdata dengan klasifikasi Perbuatan Melawan Hukum (PMH) terkait tanggung jawab sosial/ CSR dari tiga perusahaan itu, prosesnya dikabarkan masih akan berlanjut pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung (MA) RI.

 “Ia, putusan perkara  di tingkat banding pada PT Sulteng sudah turun. Hasilnya putusannya, Pengadilan Tinggi (PT) Palu menguatkan putusan PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu,” ungkap H. Muhtar SH, ditemui Rabu, 3 Maret 2021.

Sebelumnya, di  PN Palu perkara perdata yang diajukan perwakilan warga Buluri dan Watusampu selaku penggugat, melawan  tergugat tiga perusahaan galian C, termasuk pemerintah dan instansi terkait di kota Palu, tercatat dengan nomor 6/Pdt.G/2020/PN Pal. Hasil putusan PN Palu pada  Rabu, 18 Nov. 2020, salah satu amarnya mengabulkan  sebagian gugatan dari penggugat yakni Safrudin dan Syarif yang merupakan perwakilan masyarakat Buluri dan Watusampu.

Atas putusan itu, tergugat tiga perusahaan galian C, yakni PT Risgun Perkasa Abadi, PT Sirtu Karya Utama, dan PT Watu Meriba Jaya, selanjutnya memohonkan banding pada PT Sulteng  dengan nomor perkara 1/PDT/2021/PT PAL. Setelah berproses, hasil permohonan banding pun turun, amar putusannya PT Palu menguatkan putusan PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

“Saya selaku kuasa hukum yang mendapingi para tergugat tiga perusahaan untuk rencana mengajukan upaya hukum pada tingkat Kasasi di Mahkamah Agung (MA) RI. Sebelumnya pada tingkat pertama dan tingkat yang mendapingi pengacara lain belum saya,” aku Muhtar.

Terkait telah turunnya putusan banding yang pernah dimohonkan para tergugat, Muhtar mengaku,  kliennya pada dasarnya tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan keadilan atas gugatan para penggugat itu. Sehingga terhadap putusan banding itu, dalam waktu dekat pihgaknya  mengajukan permohonan kasasi ke PN Palu.

Lantas kapan akan menyatakan Kasasi? ‘’Insyaallah, kita lakukan dalam waktu dekat ini, kita sedang menyiapkan semuanya. Karena masih ada waktu 14 hari untuk menyatakan sikap sebagaimana diatur ketentuan setelah putusan banding diterima,” terangnya.

Ditanya pertimbangan kemudian sehingga tergugat kembali ajukan kasasi? Kata Muhtar, walau baru mendapingi para tergugat, setelah mempelajari berkas perkara itu, yang menjadi pertimbangan sehingga akam mengajukan kasasi, bahwa gugatan para penggugat itu sangat keliru. Karena yang didapatinya berdasarkan bukti-bukti yang ada, para tergugat pada dasarnya telah menjalankan kewajibannya sebagaimana diatur oleh ketentuan.

“Tanggung jawab sosial atau CSR itu telah sebenarnya telah dilaksanakan para tergugat. Inilah yang Insyaallah akan kita buat terang dalam pemeriksaan berkas perkara ini selanjutnya pada tingkat kasasi. Itu pertimbangannya. Dan upaya kasasi itu, dalam waktu dekat kita mohonkan,” tandasnya. (*)

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas