Home Hukum & Kriminal

Tepergok saat Mau Ambil Logistik

15
BERI KETERANGAN - Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso didampingi Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf, menunjukkan foto dua orang anggota MIT Poso yang tewas tertembak kepada wartawan, Selasa 2 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Bakutembak di Poso, Anak Santoso dan Satu Tentara Tewas

Palu, Metrosulawesi.id – Dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso dan satu anggota TNI tewas dalam bakutembak dengan Satuan Komando Operasi Khusus (Koopsus) Satgas Operasi Madago Raya, Senin 1 Maret 2021.

Bakutembak terjadi sekira pukul 18.44 Wita di wilayah Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Kelompok itu berjumlah empat orang dan dalam kontak tembak itu ada dua orang anggota MIT Poso tewas tertembak, dan teridentifikasi bernama Alvin alias Mus’ab serta Khairul alias Irul alias Aslan, dan dua orang lainnya melarikan diri,” kata Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso kepada wartawan, Selasa 2 Maret 2021.

Kontak tembak terjadi, saat personel yang sedang melakukan patroli memergoki kelompok tersebut di hutan Poso, yang diduga mereka akan melakukan amaliah dan kelompok tersebut berjumlah empat orang.

Rakhman mengatakan, untuk dua DPO yang tewas itu, Alvin alias Mus’ab berasal dari Banten, sedangkan Khairul alias Irul alias Aslam adalah anak dari Santoso alias Abu Wardah, mantan pemimpin MIT Poso.

“Alvin alias Mus’ab, tewas dengan luka tembak di bagian kepala, sedangkan Khairul alias Irul alias Aslam, meninggal karena luka bakar yang disebabkan bom rakitan yang dipegang meledak,” ucapnya.

“Dari olah TKP, kami menemukan ransel, amunisi tajam 9 butir, golok, GPS, senter dan perlengkapan lain,” tambahnya.

Rakhman mengungkapkan kelompok MIT Poso tersebut, berjumlah 11 orang. Mereka terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berjumlah empat orang, yang dipimpin oleh Ali Kalora. Kelompok satunya berjumlah tujuh orang.

“Kelompok yang kontak tembak ini berjumlah empat orang, dan kemungkinan besar ada Ali Kalora di kelompok tersebut,” ungkapnya.

“Untuk kelompok yang tujuh orang itu, sempat juga kontak tembak beberapa hari lalu di wilayah Salumbanga, Kabupaten Parimo,” tambahnya.

Rakhman mengatakan, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengejaran terhadap Sembilan orang Kelompok MIT Poso tersebut.

“Kami masih tetap melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok itu,” tutupnya.

Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranato mengatakan, keberadaan kelompok teror itu terendus Satgas usai akan mengambil bahan makanan dari kurir.

“Masih dilakukan pengejaran untuk yang lain,” ujarnya.

“Ada informasi bahwa mereka ini mau mengambil bahan makanan dari kurir,” tambahnya lagi seperti dikutip dari laman cnnindonesia.com.

Satu Prajurit TNI Gugur

Dalam kesempatan itu, Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, mengatakan bahwa dalam kontak tembak itu satu prajurit TNI AD gugur, dengan identitas Praka Dedi Irawan, dan jenazah telah diterbangkan ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Hercules, dari Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, Selasa 2 Maret 2021.

“Almarhum Praka Dedi Irawan, gugur dalam kontak tembak dengan Kelompok MIT Poso, dan jenazah sudah diberangkatkan ke Jakarta,” tegasnya.

Dimakamkan di Poboya

Setelah dilakukan Identifikasi dan Pemulasaraan Jenazah, dua jenazah anggota Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yang teridentifikasi bernama Alvin alias Mus’ab, dan Khairul alias Irul alias Aslan, yang tewas tertembak oleh Tim dari satuan Komando Operasi Khusus (Koopsus) TNI, yang tergabung dalam Satgas Operasi Madago, pada Senin 1 Februari 2021, di wilayah Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Poboya Palu.

Pantauan wartawan Metrosulawesi, pemakaman dua anggota MIT Poso itu, dilaksanakan sekitar pukul 14.30 WITA, dengan penjagaan ketat dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Palu, Polda Sulteng.

Terlihat Kapolres Palu AKBP Riza Faisal SiK, bersama dengan Kabag Ops Polres Palu, serta Kasat Intel dan personel Polri dan TNI, berada di Lokasi Penguburan.

Tidak ada terlihat dari pihak keluarga yang ikut dalam pemakaman tersebut, hanya personel Polri dan TNI serta beberapa petugas pengurusan jenazah dan beberap warga yang berada di lokasi. Namun, prosesi pemakaman dua jenazah anggota MIT Poso itu, dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas