Home Palu

Sistem Smart City akan Hadir di Palu

14
PIMPIN RAPAT - Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid memimpin rapat koordinasi rencana pelaksanaan sistem Smart City di Kota Palu bersama seluruh kepala OPD-nya di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Selasa, 2 Maret 2021. (Foto: Metrosulawesi/ Yusuf Bj)

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid memimpin rapat koordinasi rencana pelaksanaan sistem  Smart City di Kota Palu bersama seluruh kepala OPD-nya di Ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Selasa, 2 Maret 2021. Rapat kali ini, Wali Kota Hadianto  menghadirkan Tim Smart City dari ITB untuk memberi pemaparan pentingnya pelaksanaan  sistem  smart city dalam budaya perkotaan.

“Dua minggu yang lalu saya  bertemu dengan  Pak Jimmy (anggota Tim Smart  City ITB), pertemuan itu dihubungkan oleh teman saya yang sangat dekat, sangat baik. Kemudian teman saya itu tanya, apa sih kemauan bapak, keinginan Bapak. Saya ingin membuktikan apa-apa yang sudah  saya  sampaikan kepada masyarakat bisa diwujudkan. Ada 53 program kerja yang saya tawarkan ke masyarakat, dan 53 program  itu yang  mengantarkan saya menjadi Wali Kota, sehingga meraup suara yang cukup besar 41 persen, menang di 8 kecamatan dan menang di 46  kelurahan. Tentunya masyarakat berharap banyak apa yang saya sampaikan kepada mereka bisa terlaksana,” ungkap Wali Kota Hadiantodalam arahannya.

“Selain itu, saya ingin perubahan yang sangat besar terhadap kota ini ke depan. Bukan hanya untuk  saat ini saja, tapi membuat rencana untuk kota ini untuk beberapa waktu ke depan. Alhamdulillah untuk hal ini saya dihubungkan dengan Pak Jimmy.  Semua hal bisa dicapai, jika  kita betul-betul menginginkannya,” ungkapnya lagi.

Hadianto mengungkapkan dirinya tidak mau bersaing dengan daerah lain, tapi memang Kota Palu harus maju.

“Kita maju bukan karena orang lain, kita harus maju untuk diri kita. Oleh karena itu, saya berterimakasih kepada Tim Smart City yang sudah meluangkan waktunya ke Kota Palu. Mereka datang dengan semangat berbagi. Tim ini saya undang untuk mencari solusi agar Kota Palu ini bisa  lebih baik terutama di pelayanan publik ,” katanya.

Sementara itu, salah satu anggota Tim Smart City, Randy (calon doctoral khusus Smart City) dalam paparannya mengatakan, ada lima karekteristik kota cerdas yakni sustainable, efficient, responsive, integration and collaboration, dan realibility.

Menurutnya,  implementasi Smart City tidak bisa hanya copy paste dari pelaksanaan Smart City di kota lainnya.

Randy mengatakan, target dari Smart City itu adalah Smart Indonesia, sesuai dengan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dan itu bisa dicapai  jika  kota dan  provinsinya  juga cerdas. Dan kota yang cerdas itu jika bagian-bagian yang  di bawah setiap OPD itu juga cerdas. Harapannya seperti itu,” jelasnya.

Kata dia, dulu Smart City harus menggunakan ITC atau teknologi, bahasa kasarnya harus menggunakan komputer. Namun sekarang implementasi Smart City lebih natural, tidak harus berbasis IT.

Smart City sekarang bisa berbasis teknologi konvensional, tapi efektif dan efisien,” jelasnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas