Home Nasional

Muhammad J Wartabone Gelar Pesta Sholawat Akbar Ke 6 dan Harlah Akbar Ulama Indonesia Bagian Timur

31
ZIKIR AKBAR - Ketua Umum Persaudaraan Indonesia Berzikir, Buya atau sapaan akrab Muhammad J Wartabone saat memberikan sambutan pada kegiatan zikir dan Harlah Akbar di halaman Pondok Pesantren Ribath Istiqlal Berbasis Kejuruan Sulawesi Tengah Lompio, Sigi Kota. (Foto: Ist)

Palu,  Metrosulawesi.id Ribuan umat muslim berbagai daerah dari dalam dan luar Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng),  menghadiri acara dzikir dan harlah Akbar Ulama Indonesia Bagian Timur yang diadakan Persaudaraan Indonesia Berdzikir dan Wanita Sholawat Indonesia.

Acara berlangsung di halaman Pondok Pesantren Ribath Istiqlal Berbasis Kejuruan Sulawesi Tengah Lompio Sigi Kota, Minggu (18/10/2020). Dengan mengenakan pakaian muslim berdominasi warna putih, para jama’ah duduk dengan rapi dibawah tenda yang dipasang berjajar luas di halaman utama Pondok Pesantren Ribath Istiqlal.

Peserta dzikir akbar dipisah antara shof pria dan perempuan. Acara diawali dengan kegiatan istighosah, manakib dan tahlil bersama. Lantunan ayat suci yang keluar dari ribuan jamaah membuat suasana makin relegius.

Usai istighosah dan tahlil bersama, Ketua Umum Persaudaraan Indonesia Berdzikir, Buya Muhammad J Wartabone, dalam sambutannya menyampaikan acara ini selain doa bersama memohon keselamatan dari Allah, agar Negara yang kita cintai Indonesia, Provinsi Sulteng, senantiasa diberikan keamanan, kedamaian dan keselamatan dari musibah dan bencana.

“Dzikir ini menjadi spirit dan motivasi dalam menjalankan tugas negara. Keanekaragaman dan perbedaan suku bangsa dan agama dalam Bhineka Tunggal Ika merupakan anugerah dari Allah. Sehingga harus saling hidup rukun dan damai, ” tegas Ketua Umum PB. Persaudaran Indonesia Berdzikir.

Masih menurut Buya M.J Wartabone, yang diharapkan dalam perhelatan dzikir dan harlah akbar ini bisa menjadi motivasi dan spirit semuanya dalam berkarya dan menciptakan iklim yang tenang damai dalam aneka keberagaman di Kabupaten Sigi.

“Dari tahun ke tahun yang hadir dalam majlis ini makin banyak. Terutama para ibu-ibu. Ini sangat luar biasa. Tata urutan acara berjalan dengan tertib,” kata M.J Wartabone yang sekarang sebagai Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah.

Muhammad J. Wartabone yang hadir mendampingi Habib Hasan Husen Al-Jufri Cirebon di atas panggung, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sigi untuk hidup rukun dan menjaga keamanan dan ketertiban.

Suasana acara zikir dan Harlah Akbar Ulama Indonesia Bagian Timur yang diadakan Persaudaraan Indonesia Berzikir dan Wanita Sholawat Indonesia. (Foto: Ist)

“Dengan kegiatan ini saya mengimbau warga Sigi dan sekitarnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Saya bersyukur antusias masyarakat dalam menghadiri acara ini tidak surut walaupun masih dalam situasi pandemic Covid-19, dan tentunya kegiatan yang dihadiri ribuan orang ini tetap memakai standar kesehatan, semua orang yang datang dilokasi terlebih dahulu mencuci tangan dan memakai masker,” ujarnya.

Pada kesempatan itupula dihadiri oleh Ketua Umum Wanita Sholawat Indonesia  (Washotia) Hj. Nilam Sari Lawira yang juga sekaligus Ketua DPRD Provins Sulteng. Dalam sambutannya beliau mengapresiasi kegiatan-kegiatan  keagamaan seperti ini.

“Dzikir itu penting untuk mengingatkan kita sebagai hamba kepada Tuhan-Nya, dan mengingatkan kita agar selalu membenah diri, hingga secara maksimal bisa memberi manfaat untuk banyak orang,” ujar Nilam Sari Lawira.

“Harlah Akbar Ulama Indonesia bagian Timur yang dirangkaikan juga pada hari ini menandahkan bahwa kita masih bisa menikmati kedamaian dalam nuansa Islam tidak luput dari peran para Ulama-ulama. Biarlah mengalir dengan kebesaran Allah. Karena jamaah Majlis Taklim ada dimana-mana tapi jangan dibawa kemana-mana,” ujarnya menambahkan.

Di sela-sela acara dzikir akbar, Habib Hasan Husen Al-Jufri yang diundang khusus memberikan tausiyanya tentang penguatan kepada kaum muslimin dan muslimah terutama organisasi kewanitaan dan organisasi keagamaan seperti Persaudaraan Indonesia Berdzikir dan Washotiah yang menurutnya wanita merupakan salah satu pondasi keluarga maupun bangsa, serta peran penting dalam bidang kehidupan lainnya.

“Sehingga program organisasi kewanitaan yang ada di Sulawesi Tengah harus mampu mengakar dan memberikan manfaat pada masyarakat secara luas. Dalam tradisi masyarakat Indonesia, kegiatan Harlah ataupun Haul sering digelar. Dalam praktiknya, harlah merupakan momentum untuk mengenang seorang tokoh, terutama para ulama yang telah wafat. Lalu, apa hakikat makna harlah,” pesan Habib Hasan Husen Al-Jufri.

Mengutip buku Peringatan Harlah dan Haul ditinjau dari Hukum Islam karya KH. Hanif Muslih, secara etimologi makna harlah berarti satu tahun. Penggunaan harlah dalam Istilah bermakna peringatan yang diadakan setahun sekali bertepatan dengan wafatnya tokoh masyarakat.

Suasana acara zikir dan Harlah Akbar Ulama Indonesia Bagian Timur yang diadakan Persaudaraan Indonesia Berzikir dan Wanita Sholawat Indonesia. (Foto: Ist)

“Mereka adalah alim ulama yang sekaligus pejuang. Kontribusi mereka bagi masyarakat membuat sosok yang selalu diingat sepanjang masa. Harlah atau Haul bertujuan untuk mengenang jasa orang yang sudah tiada. Seperti, peringatan harlah Ulama Indonesia bagian timur pada hari ini,” ucap Habib Hasan Husen Al-Jufri.

Para jam’ah datang dari sejumlah pesantren, majelis taklim, dan kalangan umum dari hampir seluruh wilayah Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi Moutong.

Harlah untuk memperingati tokoh besar, seperti Ustad H. Sa’id bin Awadh Abdun  (Kulawi Sulawesi Tengah) KH. Syua’ib Bandera (Sigi-Morowali Sulawesi Tengah) Al-Syaikh Abdullah Awadh Abdun (Malang-Jawa Timur), Al-Habib Muhammad bin Abdul Qadir Al-Habsyi (Malang-Jawa Timur), Tuan Guru Muhammad Zaini bin Abdul Gani  (Guru Sekumpul, Martapura- Kalsel), KH.Muhammad Amin Lasawedi (Ampana Tojo Una-Una – Sulteng) Buya Jaruddin bin Lamacca bin Latjonjo bin Leborahima bin Raja Wartabone.

Ke depannya dzikir dan harlah akbar ini akan selalu menjadi agenda tahunan oleh PB. Persaudaraan Indonesia Berdzikir. Harlah ataupun Haul merupakan salah satu upaya mengingat kematian. Selama tidak disertai dengan kemusyrikan maka hukumnya boleh. Hadis riwayat al Waqidi dalam Nahj al-Balaghah menyebutkan Rasulullah SAW suatu ketika berziarah ke Makam Syuhada Uhud. Sesampainya di Lereng Gunung Uhud, Rasul mengucapkan dengan keras, “Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian maka alangkah baiknya tempat kesudahan.” Kemudian, Abu Bakar, Umar bin Khatab, dan Utsman bin Affan melakukan hal sama.

Rangkaian Harlah yang diiringi dengan dari ziarah kubur yang dianjurkan. Intinya  adalah mengingat kematian. Semakin mengingat kematian, semakin membuat  seseorang maksimal berbuat kebaikan. Oleh sebab itu, kebaikan tersebut akan menjadi bekal bagi hidup di akhirat nanti.

Acara tersebut juga dirangkaikan peresmian dan penandatanganan prasasti bantuan Gedung ruang kelas baru Sekolah Menengah Kejuruan Islamic Center Berbasis Pondok Pesantren Sulawesi Tengah, Bantuan Sumur Bor, Rumah Pengasuh Pondok Pesantren Ribath Istiqlal berbasis Kejuruan Sulawesi Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Prov.Sulawsi Tengah, Ibu Dr. Hj.Nilam Sari Lawira., SP.,MP, Habib Hasan Husen Al-Jufri Cirebon selaku Direktur Maktab Al-Ahgaff dan Al-wasathiayah Indonesia sekaligus Dewan Ulama PB Persaudaraan  Indonesia Berdzikir, Ustad H. Fachruddin Jamal Bandera (Alumni Yaman Hadra Maut), Country Directur Islamic Relief Indonesia bersama rombongan, DR. Syamsuri Pimpinan Pondok Pesantren Ribath Istiqlal berbasis Kejuruan Sulawesi Tengah, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Berbasis Pondok Pesantren Sulawesi Tengah, Ibu-ibu Majlis Taklim, Tokoh Pemuda dan Masyarakat Umum. (*/fik)

Ayo tulis komentar cerdas