Home Sulteng

Dinkes Berencana Vaksinasi Massal

12
dr Komang Adi Sujendra. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulteng berencana akan mendorong vaksinasi massal di daerah ini. Tujuannya untuk mempercepat pemberian vaksin Covid-19 sesuai penerima yang telah ditentukan.

“Kita lihat di Jakarta ada massal (vaksinasi), kita juga memungkinkan seperti itu jika diperlukan,” ungkap Kepala Dinkes Provinsi Sulteng, dr Komang Adi Sujendra, Senin, 1 Maret 2021.

Dia menjelaskan saat ini semua pusat pelayanan kesehatan mulai rumah sakit hingga Puskesmas telah memiliki vaksinator. Vaksinator adalah tenaga kesehatan (nakes), baik itu dokter, perawat, asisten perawat, atau bidan yang menyuntikkan vaksin kepada penerima.

“Vaksinator ada di Rumah Sakit Undata, Madani, Anutapura, Budi Agung, sama Puskesmas-puskesmas Kota Palu,” jelas Adi Sujendra.

Adi Sujendra mengatakan pihaknya dalam pekan ini kembali melanjutkan vaksinasi menyasar aparatur petugas pelayanan publik. Untuk personel Polisi dan Tentara telah dimulai pada Senin, 1 Maret 2021.

“Yang minggu ini kita mulai dengan sasaran yang gampang jajaran pegawai kantor gubernur,” ujarnya.

Dikatakan, Dinkes Provinsi Sulteng intens berkoordinasi dengan kabupaten/kota dalam pelaksanaan vaksinasi. Sebelumnya diberitakan, untuk vaksinasi tenaga pendidik (guru) dan tenaga kependidikan serta lansia juga masih dikoordinasikan dengan Dinkes kabupaten/kota di Sulteng.

Sulteng telah diberikan jatah vaksin untuk para guru dan tenaga kependidikan serta lansia mencapai 4.300 vial. Selain itu, jatah vaksin yang diberikan akan disuntikkan untuk petugas pelayanan publik, termasuk para wartawan.

“Kemarin kami sudah distribusikan vaksin ke daerah-daerah. Pelaksanaannya dikasih waktu sampai Juni 2021. Kami di provinsi sudah menyiapkan vaksinator,” ucap Adi Sujendra.

Adi Sujendra meneyebutkan vaksinasi tenaga kesehatan tahap kedua di daerah ini juga masih terus berjalan. Tahap pertama telah mencapai 90 persen dan tahap kedua sudah sekitar 70 persen.

“Jadi nakes yang belum mengikuti vaksinasi karena sakit makanya baru mau menerima vaksin,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas